WATES, SENIN- Menteri Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asyary, Senin (19/1), meresmikan tahap awal pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) asrama mahasiswa di kampus Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Asrama diharapkan bisa melatih kemandirian dan kemampuan bersosialisasi mahasiswa.
"Asrama ini bermanfaat untuk menunjang kegiatan belajar mahasiswa, juga untuk mandiri. Selain itu menanamkan aspek pembelajaran agar tahu bagaimana tinggal di rumah susun," kata Menperta Yusuf Asyaruy ketika memancangkan tiang pertama asrama itu di Kampus UNY, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.
"Rumah susun adalah jawaban terhadap kebutuhan rumah yang terbentur keterbatasan lahan dan daya beli masyarakat akan rumah. Di Malaysia, warga di kawasan kumuh yang pindah ke rumah susun, kini sudah tak mau lagi balik alias kerasan di rumah susun," kata Menpera.
Rochmat Wahab, Penjabat Rektor UNY mengatakan, penghuni asrama nanti adalah mahasiswa tahun pertama. Mereka tinggal selama setahun. "Adanya asrama bukan kompetitor usaha indekos di sekitar kampus. Mahasiswa akan kos di tengah masyarakat pada tahun kedua," ujar Rochmat.
Adanya asrama diharapkan bisa membentuk kemandirian dan empati mahasiswa karena mereka akan hidup bersama dalam satu bangunan. Rusunawa mahasiswa UNY yang berlantai lima dan mempunyai 98 kamar-termasuk dua kamar untuk difabel-ini terletak di Pengasih, Wates, dekat kampus.
Pemancangan tiang pertama asrama mahasiswa juga dilakukan di UST, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Pembangunan dua asrama ini memakai dana dari Kementrian Perumahan Rakyat. Menpera mengatakan, program pembangunan rusunawa bersifat rangsangan. Oleh karena itu, universitas dan pemerintah daerah diharapkan bisa melanjutkan pembangunannya.
Asrama mahasiswa di UST yang bernama Asrama Mahasiswa Dewantara (Asmadewa) ini mempunyai 80 kamar dan menampung 300-an mahasiswa. Proses pembangunan asrama yang dekat dengan lokasi empat kampus UST ini-hanya berjarak 300-800 meter-akan selesai pada Juni 2009. Menurut Rektor UST Djohar, penghuni asrama adalah para mahasiswa baru (tahun pertama) dari luar DIY.
(Lukas Adi Prasetya/Irene Sarwindaningrum)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang