Presiden Ancam Tindak Tegas Penghalang FTZ

Kompas.com - 19/01/2009, 22:33 WIB

BATAM, SENIN- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengancam akan menindak tegas birokrat atau pihak-pihak tertentu yang menghambat pelaksanaan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.

"Saya akan beri tindakan terhadap penghalang atau oknum-oknum yang mengganggu pelaksanaan FTZ," kata Presiden ketika meresmikan pelaksanaan FTZ di Batam, Senin (19/1).

Pernyataan Presiden tersebut disambut senyuman dan tepuk tangan oleh pengusaha yang menghadiri peresmian FTZ, terutama saat Presiden menyatakan akan "membersihkan" oknum-oknum yang melakukan korupsi dan melakukan pungutan liar terhadap pengusaha. "Kalau izin bisa dipermudah, jangan dipersulit," katanya.

Presiden mengajak seluruh perangkat pelaksana FTZ perang terhadap praktek korupsi dan pungutan liar, karena akan menghambat pelaksanaan FTZ.  "Saya tidak main-main. Saya serius, sangat serius karena praktek korupsi membahayakan negara," katanya.

Presiden mengingatkan Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan FTZ memberi pelayanan prima kepada pengusaha lokal maupun asing berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Kalau ada oknum-oknum yang memperlambat birokrasi perijinan usaha, silahkan laporkan kepada pihak yang bertangungjawab atau laporkan langsung kepada saya. Pasti saya tindak," tuturnya.

Presiden juga mempersilahkan media massa untuk mengangkat kasus pungutan liar dan korupsi sepanjang itu tidak melahirkan fitnah. "Silahkan angkat beritanya sepanjang itu tidak fitnah," ujarnya.

Presiden mengucapkan apresiasi kepada pengusaha lokal dan asing yang berkarya di Batam, Bintan dan Karimun. "Investasi itu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kepri dan secara nasional," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau