Kualifikasi piala asia 2011

Indonesia Tersenyum, dari Oman Bawa Satu Poin

Kompas.com - 20/01/2009, 00:39 WIB

OMAN, SENIN — Indonesia pulang dari Oman sambil tersenyum. Pasalnya, Charis Yulianto dan kawan-kawan bisa membawa satu poin menyusul hasil imbang 0-0 melawan tuan rumah pada laga perdana kualifikasi Piala Asia 2011, Senin (19/1).

Pada pertandingan di Sultan Qaboos Sports Complex itu, tim Merah Putih terus mendapat serangan dari Oman. Namun, tim besutan Benny Dollo ini mampu membendungnya berkat pertahanan berlapis yang diperagakan, membuat para pemain lawan frustrasi dan gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang dimiliki.

Dengan demikian, Indonesia dan Oman yang tergabung di Grup harus berbagi satu angka. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Indonesia sebelum kembali ke Tanah Air untuk mempersiapkan diri menghadapi tim favorit Australia, pada laga kedua yang berlangsung di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (28/1).

Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya, Oman yang baru saja menjuarai Piala Teluk setelah di final menang 6-5 atas Arab Saudi melalui adu penalti, tampil sangat agresif. Sejak peluit kick-off berbunyi, tim besutan Claude Le Roy tersebut langsung membombardir pertahanan Indonesia.

Namun, berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, setiap serangan tuan rumah bisa digagalkan. Markus Horison yang berdiri di bawah mistar gawang Indonesia patut mendapat acungan jempol karena kiper berkepala plontos tersebut melakukan sejumlah aksi gemilang untuk menggagalkan beberapa peluang Oman.

Sementara itu, Indonesia yang lebih berkonsentrasi pada pertahanan juga memiliki kesempatan mencetak gol. Peluang terbaik dimiliki Boaz Salossa yang lebih dulu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Beruntung, penjaga gawang Ali Al Habsi mampu mengantisipasi dan menepis bola keluar sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Pada babak kedua, Oman tetap memegang kendali permainan. Tetapi, lagi-lagi kecemerlangan Markus membuat gawang Indonesia tak bisa bobol. Selain itu, penampilan impresif Haryono ikut memberikan andil yang sangat besar. Gelandang bertahan Persib Bandung tersebut kerap mematikan aliran bola dari lini tengah sehingga Oman terpaksa bermain melebar atau melepaskan tendangan dari jarak jauh.

Meskipun bermain defensif, pada babak kedua Indonesia juga punya kesempatan emas untuk mencetak gol. Pada menit ke-75, Abdul Musafry yang masuk menggantikan Budi Sudarsono sempat membuat para pemain belakang Oman kelabakan.

Striker Persiba Balikpapan itu mampu melepaskan diri dari kepungan lawan, sebelum melepaskan tendangan dengan kaki kiri. Bola meluncur ke sisi kanan gawang, tetapi bisa diblok Ali Al Habsi. Bambang Pamungkas yang berdiri di sektor kiri me-rebound si kulit bundar, tetapi Ali Al Habsi kembali menghalaunya sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Setelah peluang itu, pertahanan Indonesia kembali mendapat ujian. Pada menit ke-80, Oman mendapat sebuah peluang bagus ketika Markus salah mengantisipasi umpan silang dari sektor kiri. Beruntung, sundulan Hassan Mudhaffar ke gawang yang sudah kosong tak tepat sasaran karena bola melenceng tipis di atas mistar gawang.

Lima menit berselang, giliran Isnan Ali yang jadi penyelamat karena dia bisa menghalau bola keluar. Waktu itu, Markus sudah kehilangan posisi sehingga hanya pasrah melihat si kulit bundar hasil sundulan pemain Oman meluncur ke sisi kiri bawah gawang.

Dalam sisa waktu pertandingan, Oman yang tampak frustrasi mengendurkan serangan. Alhasil, sampai dengan peluit panjang berbunyi skor tetap 0-0 sehingga kedua tim berbagi satu poin.

Ini menjadi hasil yang bagus bagi Indonesia yang meraih kemenangan 3-2 atas tim Liga Oman, Al Shabab, dalam pertandingan ujicoba pekan lalu. Dengan demikian, moral pemain lebih bagus untuk menghadapi Australia. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau