Konser Akbar untuk Obama

Kompas.com - 20/01/2009, 01:57 WIB

WASHINGTON, SELASA--Dibawah sorotan mata (arca besar) Abraham Lincoln, ratusan ribu orang memberi sambutan penuh gairah kepada Barack Obama dalam sebuah konser musik bertabur bintang yang mengguncang jantung kota Washington yang lagi membeku.

"Keberhasilan Obama memenangkan pemilu adalah hasil dari impian (orang keturunan) Irlandia, impian Eropa, impian Afrika, impian Israel dan juga impian Palestina," kata bintang rock asal Irlandia, Bono, yang didukung bandnya U2.

Bono meneriakkan kata "biarkan kebebasan berdering" pada akhir lagu berjudul "Pride" yang berkisah tentang pemimpin hak asasi manusia yang terbunuh, Martin Luther King Jr.

"Selasa nanti, impian itu menjadi kenyataan," kata Bono menunjuk pelantikan Obama di Gedung Capitol (gedung DPR atau Kongres AS).

Lajur putih Lincoln Memorial dengan patung menakjubkan dari presiden AS yang terbunuh karena menghapus perbudakan, memantul melawan langit berwarna kelabu bersemu baja begitu para bintang mempersembahkan penghormatannya pada presiden AS mendatang itu dan wakil presiden terpilihnya Joe Biden.

Obama yang mengumbar senyum dan istrinya Michelle, menyambut hangat dingin menusuk di Washington, berjalan bergandengan tangan di bawah monumen terkenal pertanda dimulainya konser bertajuk "We Are One" (Kita Semua Satu) untuk mendekati sorak sorai membahana dari para penonton yang menyesaki National Mall (semacam lapangan Monas di Jakarta).

Kemudian manakala para musisi ini berjalan, presiden yang mengumbar senyum itu ditepuktangani, juga anak perempuan tertuanya, Malia (10), yang menghidupkan kamera videonya untuk mengabadikan berkumpulnya para musisi dan aktor menyanyikan pepujian buat keluarga pertama Amerika ini.

Daftar pengikut konser itu laksana sebuah ajang pembuktian siapa yang terbaik dan paling cemerlang di Hollywood dan dunia musik saat ini.

Legenda hidup Stevie Wonder bergabung dengan bintang R&B Usher yang kacamata gelap dan jasnya terpercik butiran salju, dan Shakira yang mengenakan celana kulit berwarna hitam dan kutang bersepuh emas, mendampingi dinasti Obama di atas panggung.

Bruce Springsteen, U2 dan raja musik country yang selalu bertopi koboy Garth Brooks bergabung dengan para diva Beyonce dan Mary J. Blige serta para bintang lainnya seperti Jon Bon Jovi, John Legend, will.i.am dan James Taylor.

Denzel Washington, Queen Latifah dan Tom Hanks serta pegolf Tiger Woods adalah termasuk diantara yang akan membacakan cuplikan isi pidato dari para presiden AS di masa lalu atau mengutipkan anekdot-anekdot tentang masa lalu dan masa kini AS.

Bahkan seekor elang yang menjadi burung nasional AS muncul mengiringi langkah-langkah Obama di Lincoln Memoral untuk mempromosikan rasa optimisme dan persatuan Amerika, dua hari sebelum pelantikan Obama sebagai presiden Afro Amerika pertama.

Perhelatan ini bersinggungan dengan penjagaan keamanan yang sangat ketat dimana para pengunjung harus melalui pemeriksaan ketat dengan helikopter berseliweran di atas dan para agen Secret Service ditanam di beberapa sudut kunci termasuk di atap Lincoln Memorial.

Obama menyeru hadirin tentang satu semangat berkorban nasional baru demi mengatasi perang dan krisis ekonomi.

"Sepanjang perjalanan sejarah kita, hanya sekelompok kecil generasi telah ditanya untuk menjawab tantangan seserius yang kita hadapi sekarang. Bangsa kita sedang berperang. Ekonomi kita sedang krisis," kata Obama.

"Saya tak akan berpura-pura bahwa pertemuan untuk menjawab tantangan seperti itu akan mudah. Itu bisa saja berlangsung sebulan atau setahun, dan mungkin juga lebih lama," kata Obama.

"Tapi jangan pernah lupa bahwa karakter sejati bangsa kita tidak teruji di masa senang dan tenang, namun karakter baik kita teruji manakala di saat-saat sulit."

Sekitar sejuta orang diperkirakan akan menembus dinginnya cuaca demi melihat pelantikan Obama yang berlangsung selam dua setengah jam, sebuah acara yang tidak pernah dilakukan pada pelantikan-pelantikan presiden AS sebelumnya.

Lautan manusia telah menyesaki National Mall, satu lapangan rumput luas yang dibelah oleh kolam yang menjadi simbol sejarah Amerika yang menghubungkan Lincoln Memorial dengan Monumen Washington yang diunjukkan untuk menghormati presiden pertama AS, George Washington.

Diluar pusat kerumunan, seorang anak berjaket musim dingin berwarna biru dan melambai-lambaikan bendera Amerika, diusung diatas pundak seorang pria, dimana ribuan orang menyanyikan lagu berjudul "Pink House" yag dibawakan penyanyi John Mellencamp.

Di masa yang suram ini, konser ini terlihat patriotik dimana Bruse Springsteen dan Pete Seeger, dan 89 menyanyikan "This Land is Your Land" yang diikuti para hadirin.

Megastar musik pop Beyonce, setelah menghadiahi ciuman kepada Keluarga Pertama (istilah AS untuk keluarga presiden AS), memimpin kerumunan bak paduan suara raksasa untuk menyanyikan "America The Beautiful" yang mengakhiri konser yang dihadiri para bintang yang hendak memberi penghormatan pada Obama dan bangsanya.

"Mengagumkan sekali melihat peristiwa ini bisa berlangsung," kata Linda Marshall, seorang guru dari kota asal Obama, Chicago, yang semasa remajanya di awal tahun 1960an ikut berpawai dengan Martin Luther King Jr dan para penggiat hak asasi manusia lainnya.

"Martin Luther King berbicara di sini. Melihat Obama datang dan berdiri dengan mengenakan sepatu yang sama, dari Lincoln, untuk MLK (Marthin Luther King), untuk Barack Obama," katanya dengan suara serak.

"Ini adalah sejarah. Saya tidak bisa membayangkan dan berharap hari seperti ini terjadi."(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau