WASHINGTON, SELASA — Saat negaranya diguncang krisis nasional, Barack Obama menyerukan warga AS agar tetap bersikap optimistis. Seruan ini disampaikan Barack Obama menandai hari ulang tahun ke-80 pemimpin hak sipil yang tewas terbunuh 40 tahun lalu, Martin Luther King Jr.
Menjelang pelantikannya sebagai Presiden AS, Obama menyempatkan diri berbincang dengan tentara AS yang cedera di sebuah rumah sakit militer dan mengunjungi sebuah penampungan darurat bagi kalangan remaja tunawisma di Washington. Obama menekankan akan mengingat perjuangan Martin Luther King Jr dalam mengemban tugas sebagai pemimpin AS.
"Saat kita mengenang jasa Martin Luther King Jr, kita tidak berhenti bekerja pada liburan untuk mengenang Martin Luther King Jr dan berefleksi, melainkan untuk bertindak," kata Obama. "Saya memohon warga AS untuk mengubah semangat mengenang Martin Luther King Jr menjadi komitmen berkelanjutan untuk menyejahterahkan kehidupan orang lain di kalangan komunitas, kota, serta negara bagian mereka."
Obama menyempatkan diri mengunjungi Walter Reed Army Medical Center, Senin (19/1), untuk berbincang dengan para prajurit yang terluka dalam pertempuran. Obama juga berkunjung ke Sasha Bruce House, sebuah penampungan bagi kalangan remaja tunawisma. Presiden AS terpilih ini juga menyempatkan diri membantu para sukarelawan mengecat dinding di lokasi penampungan tersebut.
Obama dan sejumlah ajudan serta sukarelawan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti pelantikan bersejarah sebagai presiden AS pertama yang berdarah Afrika. Upacara pelantikan ini juga dibayangi oleh pertempuran yang melibatkan AS di Irak dan Afganistan serta krisis terburuk yang dialami negara ekonomi terkemuka dunia itu sejak Great Depression pada 1930-an.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang