Obama Rayakan Mimpi Martin Luther King

Kompas.com - 20/01/2009, 08:06 WIB

Oleh BUDIARTO SHAMBAZY

WASHINGTON, SELASA — Sehari menjelang pengambilan sumpah, Presiden Amerika Serikat terpilih Barack Obama memperingati Hari Martin Luther King Jr, Senin (19/1) waktu setempat, dengan berpartisipasi dalam aktivitas pelayanan publik bertajuk ”Renew America Together: A Call to Service”.

Istri Obama, Michelle, dan istri wakil presiden terpilih, Jill Biden, akan menggelar ”Kids Inaugural: We Are the Future”, sebuah konser pemuda untuk menghormati keluarga militer.

Sebuah jajak pendapat terbaru oleh CNN/Opinion Research Corp menunjukkan, 7 dari 10 warga Afrika-Amerika percaya bahwa dengan terpilihnya Obama, mimpi King tentang kesetaraan rasial bisa terwujud. King tewas dibunuh di Memphis, Tennessee, 4 April 1968.

”Saya meminta Anda untuk membangkitkan karakter bangsa ini sekali lagi. Dan, bersama- sama, kita bisa melangkah sebagai satu bangsa, warisan leluhur yang kita rayakan hari ini,” kata Obama.

Pada hari pelantikan, Selasa ini, Obama akan menghadiri kebaktian pagi, sebuah tradisi yang dimulai Presiden Franklin D Roosevelt tahun 1933. Setelah itu, Obama akan bertemu Presiden George W Bush di Gedung Putih dan bersama-sama menuju Capitol Hill untuk upacara pengambilan sumpah.

Sebelum pengambilan sumpah dimulai, di sayap barat Capitol Hill digelar sejumlah acara musik, termasuk penampilan band Marinir AS, paduan suara anak- anak, penyanyi Aretha Franklin, komposer John Williams bersama pemain biola Itzhak Perlman dan pemain cello Yo-Yo Ma, serta band Angkatan Laut AS.

Acara resmi pelantikan dimulai pukul 11.30 waktu setempat atau 23.30 WIB dengan pengambilan sumpah Wakil Presiden terpilih Joe Biden. Tepat tengah hari atau tengah malam WIB, Obama diambil sumpahnya sebagai Presiden ke-44 AS.

Setelah diambil sumpahnya, Obama akan menyampaikan pidato pelantikan. Pidato itu sangat penting karena akan menunjukkan apa yang akan dilakukan Obama selama periode pemerintahannya.

Obama kemudian mengiringi Bush dalam upacara perpisahan.

Pukul 14.30 waktu setempat atau 02.30 WIB hari Rabu, Parade Pelantikan ke-56 akan digelar di sepanjang Pennsylvania Avenue yang terbentang dari Capitol Hill hingga Gedung Putih. Parade itu diikuti berbagai kelompok dari seantero AS.

Malam harinya, Obama akan menjamu berbagai kalangan dalam setidaknya 10 pesta resmi. Untuk pertama kalinya pula, Obama menjadi tuan rumah ”Pesta Tetangga” yang terbuka bagi segenap warga Washington dan masyarakat umum. Dengan teknologi interaktif, pesta akan disiarkan dengan pesta komunitas di seluruh AS.

Macet

Jalan-jalan di sekitar National Mall mulai macet sejak Minggu. Orang hampir tidak bisa bergerak leluasa dari satu tempat ke tempat lain. Jalanan diperkirakan lebih macet pada Selasa ini.

Jutaan orang memadati Washington, kota yang normalnya berpenduduk 600.000 orang. Akses menuju pusat kota Washington ditutup mulai Selasa pagi.

Hujan salju diperkirakan turun di Washington sejak Senin malam. Suhu udara pada hari Selasa diperkirakan turun drastis hingga mencapai 0 derajat celsius.

Ribuan polisi dan tentara bersenjata serta agen rahasia berpakaian preman akan ditempatkan di jalan-jalan. Penembak jitu juga ditempatkan di atap bangunan dekat Capitol Hill dan sepanjang rute parade.

Helikopter dan pesawat tempur akan berpatroli di udara. Penjaga pantai berjaga-jaga di perairan sekitar Washington.

Surat kabar The Washington Post edisi Senin melaporkan, sejumlah titik pemeriksaan akan diwarnai antrean sepanjang beberapa blok. Ribuan orang masih berupaya masuk ke area tempat rangkaian acara pelantikan digelar. (ap/afp/bbc/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau