Siapa Berani Mengusap Honda Vario Ini?

Kompas.com - 20/01/2009, 09:17 WIB

Soal modifikasi skubek, Bandung termasuk salah satu kota yang kreatif. Lihat saja Honda Vario 2008 milik Rony Lubis ini, bentuknya menyerupai moge asal Amerika, Harley–Davidson (HD). Makanya, tema modif yang diusung skubek berlambang sayap mengepak itu Harley Rockabilly. Apaan tuh!

Tapi, siapa yang berani mengelus-elus bodi atau setangnya? kalau tak ingin tangan terluka. Bahkan kalau meleng, bukan tidak mungkin kaki ikut mengucurkan darah, dan motor Rony ini sudah banyak ‘makan korban’. Nah, lho!

Bayangkan, di sekujur cover CVT nongol besi-besi runcing, belum lagi yang di ujung setang. Mekanik Rony sempat ‘memuncratkan darah’ akibat ketusuk ujung setang. "Paling stres saat lihat tukang cuci dan mekanik mendekati Vario ini," kelakar Rony.

Malah tukang cuci, kenang pengusaha bus AKAP ini, pernah tergores lantaran enggak sadar mengelap arm yang tajamnya sudah seperti pisau. Namun, Rony mengaku tak bermaksud menyulap Vario untuk melukai orang, tapi berkaitan dengan aktualisasi selera.

Makanya, beberapa posisi bagian luar baut di CVT ditutup dengan besi yang dibubut membentuk runcing. Kebetulan peralatan di rumah Rony cukup lengkap karena dia pengoleksi HD.

Bahan yang dipakai besi berbagai tipe dan ukuran. Lalu, beberapa tipe lempengan besi. "Umumnya ketebalan 7 mm, tapi setelah dibubut jadi 5 mm," jelas pria asal Mandailing, Sumatera Utara, ini.

Seusai proses bubut, bagian tadi kemudian dilapisi pernikel alias dikrom. Setelah itu, lanjut Rony, baru dipoles biar kinclong. Agar penggarapan tampak total sampai ke kolong, maka undur-undur atau engine mounting diberi gelang besi krom lantaran pipa bagian dalam lupa dikrom. Malah, dipasangi gelang, tampilan jadi sangar.

Lantaran tampilannya yang gahar dan beringas itulah, Rony lantas menamakannya Harley-Davidson Rockabilly.* (Nurfil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau