Rupiah Masih Tertekan

Kompas.com - 20/01/2009, 09:58 WIB

JAKARTA, SELASA - Rupiah Selasa (20/1) pagi kembali melemah, karena tertekan oleh sentimen pasar yang negatif. Posisi beli ada pada Rp 11.160 per dollar AS, sedangkan jual di posisi Rp 11.285 per dollar AS.
    
"Nilai tukar rupiah yang tertekan sejak pekan lalu diperkirakan akan bisa menembus angka Rp 12.000 per dollar AS, namun tekanan negatif pasar agak tertahan oleh indikator ekonomi Indonesia yang terus membaik," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta.

Rully Nova mengatakan, rupiah mendapat tekanan pasar, setelah isu Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan Januari akan kembali terjadi deflasi, bahkan lebih besar dibanding Desember.

Akibatnya para spekulan memperkirakan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) akan kembali bergerak turun seperti bulan-bulan sebelumnya. Bank Indonesia selama dua bulan berturut-turut menurunkan bunga BI Rate.
    
Namun, lanjut dia, penurunan rupiah sebenarnya tidak begitu terkait dengan turunnya BI Rate. Faktor utama yang menekan rupiah adalah karena faktor pasokan dan permintaan.

"Kalau permintaan dollar AS lebih besar terhadap suplai maka rupiah akan terpuruk begitu pula sebalik permintaan tinggi terhadap rupiah maka dollar AS akan melemah," ucapnya.
    
Menurut dia, rupiah pada posisi di atas angka Rp 11.000 per dollar AS sebenarnya masih cukup wajar, apalagi mata uang lokal itu sedang mencari titik keseimbangan baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau