Harga Bahan Pokok di Magelang Mulai Turun

Kompas.com - 20/01/2009, 16:44 WIB

MAGELANG, SELASA — Harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar di Kota dan Kabupaten Magelang kini mulai turun. Hal ini diduga terjadi karena permintaan pasar yang makin sepi di bulan Suro.

"Permintaan pasar saat ini sepi karena di bulan Suro biasanya tidak ada orang menggelar hajatan besar," ujar Bingariyah, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (20/1).

Permintaan daging ayam yang sebelumnya mencapai dua hingga tiga kuintal per hari, sejak lima hari terakhir hanya berkisar satu kuintal per hari. Seiring dengan kondisi tersebut, sejak dua hari lalu, harga eceran daging ayam yang dijualnya turun dari Rp 20.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 19.000 per kg.

Sepinya permintaan juga terjadi pada perdagangan daging sapi. Kendatipun harga daging stabil pada Rp 55.000 per kg, angka penjualan turun dari 25 kg hingga 30 kg menjadi 10 kg per hari.

Sriatun, salah seorang pedagang bahan pokok, mengatakan, penurunan harga juga terjadi pada minyak goreng curah dan telur. Selama enam hari terakhir, harga minyak goreng curah turun dari harga Rp 8.200 per kg, sekarang menjadi Rp 8.000 per kg. Untuk harga telur turun dari Rp 11.500 per kg menjadi Rp 11.200 per kg.

Namun, hal ini diikuti pula dengan penurunan angka penjualan. Minyak tanah yang biasanya mampu terjual hingga enam jeriken per hari, sekarang hanya terjual rata-rata empat jeriken per hari. Satu jeriken biasanya berisi 17 kg.

Ny Endang, salah seorang pedagang di Pasar Penampungan Pedagang Pasar Rejowinangun, mengatakan, penurunan harga juga terjadi pada harga bawang merah, bawang putih, telur, dan minyak goreng curah. Penurunan harga empat komoditas ini terjadi setelah terjadi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, serupa dengan pengakuan dari para pedagang di Pasar Secang, hal ini disebabkan karena sepinya permintaan pasar.

Penurunan harga BBM belum tentu berpengaruh pada penurunan harga bahan pokok. Pada saat harga BBM naik saja, belum tentu semua harga bahan pokok kemudian serta-merta naik, ujarnya.

Kendatipun sejumlah harga bahan pokok mulai turun, ada pula harga beberapa komoditas yang justru naik. Rata-rata beras mengalami kenaikan harga Rp 100 per kg, dan kini di pasaran dijual dengan harga berkisar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kg. Selama tiga hingga empat hari terakhir, harga gula pun naik dari Rp 5.600 per kg menjadi Rp 6.000 per kg.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau