Agung Laksono: Depo Plumpang Sebaiknya Dipindah

Kompas.com - 20/01/2009, 21:32 WIB

JAKARTA, SELASA — Ketua DPR Agung Laksono mengusulkan agar depo-depo minyak milik Pertamina yang berada di perkotaan sebaiknya dipindahkan ke tempat lain yang jauh dari kepadatan penduduk.

"Saya kira sudah perlu dipikirkan untuk memindahkan depo minyak Plumpang ke tempat lain yang lebih aman. Di situ tampaknya sudah tidak memadai karena sekelilingnya sudah padat dengan permukiman penduduk," ujar Agung Laksono di Jakarta, Selasa (20/1).

Sebagai ilustrasi, Agung Laksono mencontohkan dengan Singapura yang membuat depo minyaknya di tengah laut, bukan di daratan sehingga tingkat keamanan sangat tinggi. Kemungkinan memindahkannya ke tengah laut sangat memungkinkan karena Indonesia mempunyai laut yang sangat luas.

Menurutnya, bila depo minyak ditempatkan di tengah laut maka kemungkinan terjadinya sabotase bisa dihindari, dan kalaupun terjadi sesuatu maka tidak akan ada korban jiwa. Kalaupun ada maka bisa diminimalkan sesedikit mungkin.

Mengenai kemungkinan jajaran direksi Pertamina akan diganti pascaterbakarnya depo Plumpang, Ketua DPR Agung Laksono mengatakan sah saja karena itu merupakan hak pemerintah.

Ditanya apakah sebaiknya pengganti berasal dari dalam Pertamina sendiri, Agung mengatakan hal itu bisa saja tergantung bagaimana kaderisasi di Pertamina, apakah baik atau tidak.

"Yang penting pergantian itu nantinya untuk kepentingan bangsa bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu," tegas Agung Laksono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau