Arus Penyeberangan Ujung-Kamal Naik Enam Persen

Kompas.com - 20/01/2009, 21:49 WIB

SURABAYA, SELASA — Selama masa pemilihan kepala daerah tahap kedua di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, kenaikan arus penyeberangan diperkirakan mencapai enam persen. Untuk memperketat pengamanan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Perak menambah personel keamanan hingga 100 persen.

Demikian diungkapkan Pimpinan Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Prasetyo B Utomo, Selasa (20/1) di Surabaya. Peningkatan arus penumpang memang tak signifikan, tetapi pengamanan diperketat khusus untuk pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada). "Mulai Senin kemarin, aparat keamanan melakukan sweeping di Dermaga Ujung dan dilanjutkan Selasa di Dermaga Kamal," ujarnya.

Pengamanan ekstra juga dilakukan dari pihak PT ASDP Indonesia Ferry dengan menambah petugas keamanan yang pada hari biasa 15 orang per sif menjadi 30 orang per sif. Penambahan tenaga keamanan dilakukan, baik di Dermaga Ujung maupun Kamal.

Mulai Senin kemarin, jumlah penumpang naik dari 8.000 orang pada hari biasa menjadi 10.000 orang per hari. "Jumlah sepeda motor naik dari kisaran 2.000 unit menjadi 3.000 unit per hari, dan jumlah mobil naik dari rata-rata 1.200 mobil per hari menjadi 1.500 mobil per hari," tambah Prasetyo.

Selama masa pilkada, jumlah kapal feri yang beroperasi masih normal, yaitu 12 kapal feri. Sementara itu, dermaga yang disiapkan empat buah dengan satu dermaga cadangan.

Abdus Rozak, warga Bangkalan, mengaku menyempatkan diri pulang khusus untuk mengikuti pilkada. Lelaki yang bekerja sebagai pedagang loak tersebut datang dari tempat kerjanya di Sidoarjo ke kampung halamannya di Bangkalan.

Aman dan kondusif

Di lain tempat, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Setia Purwaka, berharap, pilkada tahap kedua di Kabupaten Bangkalan dan Sampang berlangsung lancar dan damai. "Masyarakat sudah lelah dengan proses selama ini. Karena itu, kita semua berharap ini tahap yang terakhir dan semoga semua pihak berlaku sportif sehingga proses berlangsung lancar dan aman," tuturnya.

Menurut Setia, pascapilkada tahap kedua nanti, gubernur dan wakil gubernur harus fokus pada kepentingan masyarakat Jawa Timur karena jika proses pemilihan berlarut-larut maka pembangunan Jawa Timur akan terhambat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau