Krisis, Perayaan Imlek Tetap Meriah

Kompas.com - 21/01/2009, 02:13 WIB

JAKARTA, RABU--Krisis ekonomi global yang dampaknya mulai terasa di berbagai sektor ekonomi tidak mempengaruhi kemeriahan berbagai tempat hiburan di Jakarta untuk menggelar acara menyambut Tahun Baru Imlek 2560 yang jatuh pada 26 Januari mendatang.

Manajer Humas Mal Ciputra, Rida Kusrida di Jakarta, Senin, mengungkapkan menyambut tahun baru yang dirayakan masyarakat Tionghoa ini Mal Ciputra merayakannya sama meriahnya dengan tahun lalu.

"Tidak ada pengurangan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan, semua acara menyambut Imlek tahun ini sama meriahnya seperti tahun lalu. Temanya tetap sama, hanya saja yang beda adalah tema yang diangkat," katanya.

Rida menambahkan tahun ini tema yang dipilih adalah "Cultural Journey" yakni tentang perjalanan Budaya China masuk ke Indoensia yang diharapkan dapat memberi hiburan sekaligus informasi dan edukasi tentang sejarah.

"Tahun lalu kami angkat tema tentang China Peranakan, sekarang kami angkat tema tentang perjalanan budaya China ke Indonesia, misalnya melalui apa mereka datang dan dinasti apa saja," katanya.

Barongsai

Sementara itu sejumlah hotel berbintang lima di Jakarta juga tengah berhias menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2560. Hiasan berupa ornamen2 khas Imlek berwarna merah mengihiasi lobi depan hotel, pertunjukan barongsai yang meriah, dan menu-menu masakan yang dihidangkan di setiap restoran diwarnai dengan daftar masakan China.

Manajer Humas dan Pemasaran Hotel Gran Melia, Dewi Banowati mengungkapkan tahun ini pihaknya menyediakan beragam menu masakan China yang spesial dan juga beragam kue-kue yang bisanya dihidangkan keluarga Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek.

"Kami juga ada pertunjukan barongsai pada saat Imlek nanti, pokoknya sebisa mungkin Imlek tahun ini kami rayakan dengan meriah seperti thaun-tahun sebelumnya. Jadi sebelum atau sesudah krisis perayaannya sama, tidak ada yang berubah meski keadaans ekarang memang sedang krisis," katanya.

Model dan presenter berdarah Tionghoa, Olga Lydia mengatakan besar atau tidaknya sebuah perayaan Imlek di berbagai tempat dan berbagfai individu sebenarnya tida k dipengaruhi oleh adanya krisis ekonomi global.

"Sebenarnya ada krisis ekonomi global atau tidak itu terpulang masing-masing pribadi mau bagaimana merayakan tahun baru. Tapi bagi saya pribadi sih seharusnya merayakan tahun baru tidak selalu keluar banyak uang, pada intinya kita merayakan tahun yang baru dimana kita dalam tradisi Tionghoa biasanya merayakan bersama keluarga besar dan menikmati makan malam bersama," demikian Olga.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau