JAKARTA, RABU — Pelayanan penyelenggaraan ibadah haji akan lebih sukses lagi jika pemberi layanan merupakan manajemen yang tidak mencari untung. Meskipun sumber daya manusia atau petugas haji punya keterampilan tinggi, tapi kalau mereka berada dalam rezim manajemen yang mencari untung, maka pelayanan haji tidak akan pernah sukses dalam arti yang sesungguhnya.
Pengamat haji Bahauddin Thonti mengungkapkan ini di Jakarta, Rabu (21/1). Ia menanggapi pandangan Menteri Agama Maftuh Basyuni pada Rakernas Haji 1429 yang menegaskan, faktor SDM atau petugas haji sangat menentukan dalam keberhasilan penyelenggaraan haji.
"Penyediaan fasilitas dan logistik yang baik tidak akan banyak berpengaruh pada perbaikan penyelenggaraan ibadah haji kalau tidak diiringi dengan penyiapan petugas yang baik," ujar Maftuh.
Menurut Maftuh, petugas haji yang baik adalah petugas yang terampil, dedikatif, bertanggung jawab, dan amanah. "Ke depan, proses rekruitmen petugas harus benar-benar selektif sesuai dengan formasi dan kualifikasi yang diperlukan, serta memiliki keterampilan dan penguasaan lapangan yang memadai," katanya.
Maftuh juga berharap, jemaah haji selain dibekali dengan manasik haji, juga disiapkan secara fisik dan mental dengan menanamkan kesadaran bahwa kepergiannya ke Tanah Suci bukan perjalanan biasa, tetapi perjalanan rohani dan beribadah kepada Allah SWT, di negeri orang yang tidak selamanya lurus dan mulus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang