Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, RABU — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyatakan, partainya belum tentu mendukung pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Pasalnya, belum tentu Wapres Kalla akan berpasangan dengan Presiden Yudhoyono. Sebaliknya, Presiden Yudhoyono belum tentu juga berpasangan dengan Wapres Kalla pada pilpres nanti. PPP akan melihat dulu partai pemenang pemilu legislatif, April mendatang.
Hal itu disampaikan Suryadharma menjawab pers seusai bersama jajaran DPP PPP bertemu dengan Wapres Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (21/1) pagi tadi.
Pertemuan berlangsung sekitar satu jam di ruang tamu rumah dinas Wapres tersebut. PPP bermaksud mengundang Wapres Kalla hadir pada acara ulang tahun partainya yang ke-36 di Kemayoran, Jakarta Pusat. "Kita belum pasti mendukung pasangan SBY-JK. Karena, belum tentu Pak Wapres berpasangan lagi dengan Presiden Yudhoyono. Sebaliknya, juga begitu. Belum tentu Presiden berpasangan dengan Pak Wapres. Kita masih menunggu setelah pemilu legislatif. Karena setelah pemilu legislatif baru ketahuan jumlah dukungan suaranya," ujar Suryadharma.
Namun, "koalisi" dengan Partai Golkar, Suryadharma Ali menyatakan bisa terjadi. "Memang konkretnya kita belum ke situ. Akan tetapi, insting politik Partai Golkar dengan PPP enggak jauh-jauh bangetlah. Ibarat setrum itu, nyambungnya gampang. Karena selama ini sudah ada kedekatan dan sinyal-sinyal," tambah Suryadharma.
Sekarang ini, lanjut Suryadharma, semua partai, termasuk PPP, tengah sibuk membesarkan partai masing-masing agar dapat memperoleh suara yang besar dalam pemilu legislatif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang