Suryadharma Ali: PPP Belum Tentu Dukung SBY-JK

Kompas.com - 21/01/2009, 10:54 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, RABU — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyatakan, partainya belum tentu mendukung pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Pasalnya, belum tentu Wapres Kalla akan berpasangan dengan Presiden Yudhoyono. Sebaliknya, Presiden Yudhoyono belum tentu juga berpasangan dengan Wapres Kalla pada pilpres nanti. PPP akan melihat dulu partai pemenang pemilu legislatif, April mendatang.

Hal itu disampaikan Suryadharma menjawab pers seusai bersama jajaran DPP PPP bertemu dengan Wapres Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (21/1) pagi tadi.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam di ruang tamu rumah dinas Wapres tersebut. PPP bermaksud mengundang Wapres Kalla hadir pada acara ulang tahun partainya yang ke-36 di Kemayoran, Jakarta Pusat. "Kita belum pasti mendukung pasangan SBY-JK. Karena, belum tentu Pak Wapres berpasangan lagi dengan Presiden Yudhoyono. Sebaliknya, juga begitu. Belum tentu Presiden berpasangan dengan Pak Wapres. Kita masih menunggu setelah pemilu legislatif. Karena setelah pemilu legislatif baru ketahuan jumlah dukungan suaranya," ujar Suryadharma.

Namun, "koalisi" dengan Partai Golkar, Suryadharma Ali menyatakan bisa terjadi. "Memang konkretnya kita belum ke situ. Akan tetapi, insting politik Partai Golkar dengan PPP enggak jauh-jauh bangetlah. Ibarat setrum itu, nyambungnya gampang. Karena selama ini sudah ada kedekatan dan sinyal-sinyal," tambah Suryadharma.

Sekarang ini, lanjut Suryadharma, semua partai, termasuk PPP, tengah sibuk membesarkan partai masing-masing agar dapat memperoleh suara yang besar dalam pemilu legislatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau