Jurkam di Papua Belajar Sosialisasikan Pencegahan HIV/AIDS

Kompas.com - 21/01/2009, 16:47 WIB

JAYAPURA, RABU — Pemilihan Umum di Papua tinggal 78 hari lagi. Menjelang Pemilu, partai politik saling bersaing untuk mendapatkan suara terbanyak. Berbagai isu sosial diangkat sebagai agenda kampanye untuk menarik empati masyarakat pemilih, termasuk persoalan HIV dan AIDS di tanah Papua.

Menjelang Pemilu, juru kampanye (jurkam) partai-partai politik akan turun dan berinteraksi dengan masyarakat untuk mengampanyekan visi dan misi partai mereka. Kesempatan ini dapat digunakan sekaligus untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat seputar HIV dan AIDS, satu tantangan besar yang dihadapi Papua saat ini.

Papua merupakan salah satu wilayah dengan angka penyebaran HIV & AIDS tertinggi di Indonesia. Setiap tahunnya, jumlah pengidap HIV dan AIDS terus meningkat. Siapa pun pemenang pemilu nantinya, sebagai wakil rakyat, mereka tidak dapat menutup mata menghadapi hal ini. Perlu diambil langkah-langkah kongkret dalam upaya menurunkan laju HIV dan AIDS di Papua, baik dalam rumusan kebijakan, maupun rancangan program kegiatan.  

Partai-partai politik memiliki massa di tingkat akar rumput. "Sebagai suara rakyat, para juru kampanye perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang HIV dan AIDS," ungkap Manajer Wahana Visi Indonesia Region Papua Roriwo Karetji.

Menyadari besarnya peranan partai politik dalam upaya pengentasan HIV dan AIDS di Papua, World Vision bekerja sama dengan mitra lokalnya, yaitu Wahana Visi Indonesia, KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), dan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Papua, dalam menyelenggarakan lokakarya mengenai HIV dan AIDS di Hotel Relat Indah, Argapura, pada tanggal 21 Januari 2009.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Ketua KPU Provinsi Papua Benny Sweni S Sos, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Papua drh Constan Karma, Koordinator HIV dan AIDS World Vision Indonesia dr Ronald Gunawan, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Barry Wopari, serta dr Ni Nyoman Sri Antari, Sth dari Rumah Sakit Umum Abepura.

Pada kegiatan ini, para perwakilan dari 38 partai politik akan dibekali informasi mengenai kondisi perkembangan HIV dan AIDS di Papua, kebijakan pemerintah serta program-program yang sudah dilakukan, pengetahuan dasar mengenai HIV dan AIDS, termasuk yang menyangkut pengobatan dan perawatan, serta stigma dan diskriminasi yang masih melekat di kalangan masyarakat mengenai HIV dan AIDS.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau