Menkes RI Desak WHO Segera Pulihkan Kesehatan di Gaza

Kompas.com - 21/01/2009, 23:17 WIB

LONDON, RABU - Menkes RI Siti Fadilah Supari mengatakan, dunia harus segera memberikan perhatian serius terhadap pemulihan kondisi kesehatan di Jalur Gaza dan  memberikan bantuan kemanusian kepada rakyat Palestina, demikian seorang diplomat RI di Jenewa, Rabu.

Menurut Sekretaris Pertama Perwakilan Tetap RI di Jenewa Acep Somantri, Siti Fadilah Supari, Selasa (20/1), berbicara pada sidang pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa.

Sidang "Executive Board WHO" ke-124 itu berlangsung hingga 27 Januari dihadiri 34 anggota pimpinan badan dunia itu.

Menkes RI sebagai anggota "Executive Board WHO" periode 2007-2010 juga meminta WHO segera mengirimkan tim kesehatan ke Gaza dan memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Menurut Acep, Menkes RI menekankan bahwa serangan militer Israel ke wilayah pendudukan Palestina telah mengakibatkan memburuknya kondisi kesehatan di Jalur Gaza.

Blokade ekonomi selama ini dan serangan militer Israel mengakibatkan buruknya derajat kesehatan rakyat Palestina yang ditandai antara lain dengan meningkatnya angka kematian ibu dan anak, serta kemunduran pencapaian MDGs.

Menurut pidato itu, ribuan rakyat Palestina, khususnya anak-anak dan wanita, menjadi korban luka berat dan cacat seumur hidup dan banyak yang meninggal dunia karena serangan militer Israel.

Menkes RI juga menjelaskan, Indonesia dalam dua hari sejak serangan militer Israel  mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza bekerjasama dengan Mercy Corps dan Bulan Sabit Merah dengan membawa lebih dari dua ton bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan.

Meskipun awalnya mengalami kesulitan untuk memasuki wilayah Jalur Gaza,  degan bantuan Pemerintah Mesir  TTim Medis Indonesia dapat secara langsung memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Gaza, ujarnya.

Rancangan resolusi        
Indonesia bersama negara-negara OKI yang menjadi anggota "Executive Board WHO" mengajukan rancangan resolusi.

Rancangan resolusi itu menekankan tindakan mendesak negara-negara di dunia untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya tim medis, ambulans, obat-obatan dan perawatan medis, serta akses bagi pelayanan kesehatan di Jalur Gaza.

Resolusi juga mendesak agar Dirjen WHO segera mengirimkan Misi Khusus Kesehatan ke Jalur Gaza untuk mempercepat akses bantuan kesehatan kepada rakyat Palestina.

Sidang Executive Board dijadwalkan mengambil keputusan rancangan Resolusi, namun terdapat kesepakatan negara-negara anggota untuk memberikan otorisasi kepada Dirjen WHO agar segera mengirimkan Misi Kesehatan Khusus ke Jalur Gaza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau