JAKARTA, KAMIS — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom mengatakan, tingkat inflasi tahun ini kemungkinan dapat turun signifikan menjadi 5-6 persen dibandingkan 2008 yang mencapai 11,06 persen.
"Kalau stimulus yang direncanakan jalan, kita masih memakai angka tersebut 4,5-5,5 persen, inflasi akan lebih rendah, diperkirakan akan turun lebih cepat menuju 5-6 persen pada akhir tahun," katanya di Jakarta, Kamis (22/1).
Inflasi 5-6 persen tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan yaitu 6,5-7,5 persen. BI sendiri melihat inflasi pada 2009 akan lebih rendah dibandingkan 2009.
Inflasi 2009 rendah terutama didukung oleh harga minyak yang turun drastis dan diperkirakan tetap stabil di level yang rendah 40-70 dollar AS per barrel. Penurunan harga minyak tersebut telah direspons oleh pemerintah dengan menurunkan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 4.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.500.
Akibat penurunan harga minyak pada bulan Desember 2008 tersebut, membuat bulan Desember mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Dan deflasi diperkirakan berlanjut pada Januari 2009.
BPS sebelumnya memperkirakan pada Januari 2009 dampak efek samping penurunan harga BBM bersubsidi akan terasa pada penurunan harga barang dan jasa lainnya. Sementara itu, pemerintah sendiri telah meminta penurunan tarif angkutan sebesar 10 persen.
Pengamat Ekonomi Tony A Prasetyantono juga mengatakan bahwa inflasi pada 2009 akan lebih terkendali dan berada pada satu digit. "Sekitar tujuh persen saya kira masih ok," katanya.