JAKARTA, KAMIS — Turunnya harga BBM sampai tiga kali tidak dibarengi penurunan harga avtur untuk pesawat. Akibatnya, kenaikan harga tiket yang disebabkan oleh fuel surcharge masih diberlakukan oleh maskapai.
"Padahal avtur merupakan turunan dari BBM, dan fuel surcharge merupakan komponen yang bersifat temporary," kata Koordinator Forum Transportasi Udara Masyarakat Transportasi Indonesia, Soeharto Abdul Madjid, di kantornya, Jakarta, Kamis (22/1).
Ia mengatakan, kepastian penghapusan fuel surcharge bisa mengembalikan pertumbuhan jumlah penumpang ke level tinggi. Pada tahun 2007, jumlah penumpang pesawat mencapai 40 juta, tetapi pada 2008 yang ditargetkan 45 juta penumpang justru mengalami penurunan di bawah 40 juta.
Dengan demikian, jika kebijakan ini terus berlanjut dan harga tinggi diiperkirakan jumlah penumpang 2009 ini akan mengalami penurunan. "Saat ini tidak ada alasan lagi dari pemerintah untuk tidak menekan operator penerbangan menghilangkan fuel surcharge. Hal ini untuk mengembalikan harga tiket murah seperti pada tahun 2007," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang