BOJONEGORO, KAMIS — Mobil Cepu Limited (MCL) bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Farabi melaksanakan proyek peningkatan air bersih di Desa Begadon, Ringintunggal dan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Progam Manager Farabi Muhammad Irian, dalam siaran persnya, Kamis (22/1), menyebutkan bahwa warga tiga desa tersebut sangat membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, kebersihan pribadi, dan rumah tangga. Pada saat-saat tertentu, ketersediaan air bersih di tiga desa tersebut secara kualitas dan kuantitas menurun.
Ketersediaan air bersih bagi warga masyarakat di tiga desa lokasi sasaran program lebih mudah dengan tersambungnya air bersih ke rumah-rumah warga sebagai pemanfaat sekaligus anggota KPAB. Jumlah pemanfaat air bersih melalui sistem perpipaan pada program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan seluruhnya 722 KK, terdiri dari di Desa Ringintunggal 310 KK, Desa Begadon (220 KK), dan Desa Gayam (192 KK).
Menurut Irian, Mobil Cepu Limited (MCL) mendanai program air bersih dan sanitasi dengan membangun sarana penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan. Program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan dimulai sejak Agustus sampai Desember 2008 dengan pembangunan penyediaan sarana air bersih melalui sistem perpipaan di Desa Ringintunggal, Desa Begadon, dan Desa Gayam Kecamatan Ngasem.
Program itu diiringi terbentuknya organisasi pengurus air bersih Kelompok Pengelola Air Bersih (KPAB) Subur Makmur di Desa Ringintunggal, Tirto Panguripan di Desa Begadon, dan Banyu Urip di Desa Gayam. Tujuan utama dari program ini meningkatnya akses terhadap air bersih melalui sistem perpipaan berbasis masyarakat. "Diharapkan sistem pengelolaan air minum berbasis masyarakat perdesaan berfungsi secara berkelanjutan," kata Irian.
Hasil pelaksanaan proyek peningkatan air bersih ini mencakup penyambungan jaringan perpipaan air bersih dengan sistem tandon, terbentuknya KPAB secara mandiri. Sasarannya di setiap keluarga tercukupi kebutuhan air bersih untuk minum, masak, mandi, dan mencuci.
Diharapkan pula ada kemandirian secara kelembagaan dan keuangan bagi kelompok pengelola air bersih. Masyarakat penerima program diharapkan memiliki kepedulian dan komitmen bersama untuk mengelola, merawat, dan melestarikan sistem air bersih melalui sistem perpipaan supaya berkelanjutan.
Model peningkatan akses air bersih yang dijalankan merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, masyarakat, LSM , dan perusahaan (MCL). "Yang terpenting dari pogram ini adalah meningkatnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya air bersih bagi keberlangsungan hidup. Kini, krisis air mulai terjadi di mana-mana serta ada perubahan perilaku masyarakat dalam pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Yang harus disadari bersama bahwa air adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan, kesehatan, dan martabat manusia. Pada situasi ekstrem mungkin tidak tersedia cukup air untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. "Oleh karena itu, menjadi panting memasok air minum yang aman dalam jumlah cukup untuk menjaga kelangsungan hidup," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang