MCL dan Farabi Mulai Garap Proyek Air Bersih di Bojonegoro

Kompas.com - 22/01/2009, 19:05 WIB

BOJONEGORO, KAMIS — Mobil Cepu Limited (MCL) bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Farabi melaksanakan proyek peningkatan air bersih di Desa Begadon, Ringintunggal dan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Progam Manager Farabi Muhammad Irian, dalam siaran persnya, Kamis (22/1), menyebutkan bahwa warga tiga desa tersebut sangat membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, kebersihan pribadi, dan rumah tangga. Pada saat-saat tertentu, ketersediaan air bersih di tiga desa tersebut secara kualitas dan kuantitas menurun.

Ketersediaan air bersih bagi warga masyarakat di tiga desa lokasi sasaran program lebih mudah dengan tersambungnya air bersih ke rumah-rumah warga sebagai pemanfaat sekaligus anggota KPAB. Jumlah pemanfaat air bersih melalui sistem perpipaan pada program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan seluruhnya 722 KK, terdiri dari di Desa Ringintunggal 310 KK, Desa Begadon (220 KK), dan Desa Gayam (192 KK).

Menurut Irian, Mobil Cepu Limited (MCL) mendanai program air bersih dan sanitasi dengan membangun sarana penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan. Program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan dimulai sejak Agustus sampai Desember 2008 dengan pembangunan penyediaan sarana air bersih melalui sistem perpipaan di Desa Ringintunggal, Desa Begadon, dan Desa Gayam Kecamatan Ngasem.

Program itu diiringi terbentuknya organisasi pengurus air bersih Kelompok Pengelola Air Bersih (KPAB) Subur Makmur di Desa Ringintunggal, Tirto Panguripan di Desa Begadon, dan Banyu Urip di Desa Gayam. Tujuan utama dari program ini meningkatnya akses terhadap air bersih melalui sistem perpipaan berbasis masyarakat. "Diharapkan sistem pengelolaan air minum berbasis masyarakat perdesaan berfungsi secara berkelanjutan," kata Irian.

Hasil pelaksanaan proyek peningkatan air bersih ini mencakup penyambungan jaringan perpipaan air bersih dengan sistem tandon, terbentuknya KPAB secara mandiri. Sasarannya di setiap keluarga tercukupi kebutuhan air bersih untuk minum, masak, mandi, dan mencuci.

Diharapkan pula ada kemandirian secara kelembagaan dan keuangan bagi kelompok pengelola air bersih. Masyarakat penerima program diharapkan memiliki kepedulian dan komitmen bersama untuk mengelola, merawat, dan melestarikan sistem air bersih melalui sistem perpipaan supaya berkelanjutan.

Model peningkatan akses air bersih yang dijalankan merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, masyarakat, LSM , dan perusahaan (MCL). "Yang terpenting dari pogram ini adalah meningkatnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya air bersih bagi keberlangsungan hidup. Kini, krisis air mulai terjadi di mana-mana serta ada perubahan perilaku masyarakat dalam pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Yang harus disadari bersama bahwa air adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan, kesehatan, dan martabat manusia. Pada situasi ekstrem mungkin tidak tersedia cukup air untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. "Oleh karena itu, menjadi panting memasok air minum yang aman dalam jumlah cukup untuk menjaga kelangsungan hidup," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau