Obama Warisi Sendi-sendi Ekonomi yang Rapuh

Kompas.com - 23/01/2009, 03:44 WIB
Mengapa pelantikan Presiden Barack Obama tak mampu mengangkat indeks harga saham pada hari Selasa lalu? Pertama, dalam hitungan hari, gejolak indeks tak tergantung faktor fundamental ekonomi, juga tak tergantung euforia politik yang dibawa Presiden Obama.

Gejolak saham tergantung pada pergerakan perdagangan, yang dipengaruhi faktor psikologi bursa, yang hari Selasa lalu dikacaukan berita potensi kerugian RBS (bank asal Inggris).

Ya, seharusnya euforia Presiden Obama bisa mendongkrak saham. Namun, jangan lupa, sedahsyat apa pun euforia yang dibawa Obama, yang membakar histeria warga dunia itu, fondasi ekonomi yang dia warisi dari mantan Presiden George W Bush sudah keropos.

Disintermediasi

Presiden Obama sadar akan hal itu. Lembaga perbankan dunia kini enggan mengucurkan kredit karena takut terjebak kemacetan lagi. Perbankan menghindari, bahkan mencurigai sesama lembaga keuangan, bahkan perusahaan, kalau-kalau mereka masih belum steril dari virus resesi ekonomi global.

Dalam keadaan seperti itu, sebanyak apa pun kucuran, suntikan dana, ibarat darah di urat nadi yang tersumbat, kredit tak akan lancar. Pemburukan ekonomi sedang terjadi.

Lagi, di bursa masih banyak potensi penipuan ala Enron, Lehman Brothers, dan Madoff, yang menjebak jutawan dunia. Bisakah Presiden Obama mengatasi itu? Regulasi, pengawasan, adalah prioritas pertama ekonomi Presiden Obama di samping stimulus ekonomi. Jawabnya, Obama memerlukan waktu untuk memulihkan ekonomi AS. (MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau