Obama Tunjuk Utusan Khusus

Kompas.com - 24/01/2009, 05:03 WIB
 
Oleh Budiarto Shambazy

WASHINGTON, JUMAT — Menghadapi isu luar negeri paling mendesak, Presiden AS Barack Obama menunjuk dua utusan khusus, Kamis (22/1). Mantan Senator George Mitchell (75) ditunjuk sebagai Utusan Khusus Timur Tengah dan mantan Utusan AS untuk PBB Richard Holbrooke (67) ditunjuk sebagai Utusan Khusus Afganistan dan Pakistan.

Penunjukan kedua utusan khusus itu mengindikasikan bentuk keterlibatan baru Pemerintah AS dalam persoalan dunia. Hal itu juga menunjukkan keinginan Obama untuk memutus keterkaitan dengan pemerintahan sebelumnya.

Obama mengatakan, kedua utusan itu diharapkan bisa menyampaikan maksud serius pemerintahan Obama dalam menghadapi urgensi dan kompleksitas tantangan saat ini. ”Kita tidak bisa membuang-buang waktu,” katanya.

Mitchell dikenal karena berhasil membawa perdamaian di Irlandia Utara tahun 1998. Dia juga memiliki pengalaman di Timur Tengah saat ditunjuk Presiden Bill Clinton untuk menemukan cara mengakhiri kekerasan Israel-Palestina.

Bertolak dari pengalaman selama berhadapan dengan isu Irlandia Utara, Mitchell mengatakan, dia membangun keyakinan bahwa ”tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan”. Mitchell telah diperintahkan untuk membantu menjamin kelangsungan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Holbrooke dikenal karena berhasil memediasi perjanjian damai Dayton yang mengakhiri perang Bosnia. Saat diberi tugas menangani konflik di Afganistan yang meluber ke Pakistan, Holbrooke mengatakan, dia diberi tugas berat.

”Seperti kita ketahui, ini adalah tugas yang sulit,” katanya. Holbrooke mengakui bahwa Afganistan dan Pakistan adalah dua negara ”berbeda” yang dijalin dengan kesamaan sejarah dan etnisitas.

Obama telah memerintahkan tinjauan ulang penuh atas strategi AS di Afganistan. Dia juga telah berjanji untuk mengalihkan fokus perang melawan terorisme dari Irak ke Afganistan.

Era baru

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang mendampingi Obama mengatakan, sudah saatnya AS memperbaiki citranya di mata dunia. ”Kita harus lebih cerdas tentang bagaimana menggunakan kekuatan kita,” ujarnya.

Hillary menyatakan ”era baru bagi Amerika” yang didasarkan pada diplomasi dan mengakhiri perpecahan di tubuh pemerintah yang melumpuhkan pengambilan keputusan AS di masa pemerintahan mantan Presiden George W Bush.

Namun, saat menyebut isu Timur Tengah, baik Obama maupun Hillary sama sekali tidak menyinggung soal Iran. (afp/reuters/bbc/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau