AS Pentingkan Pekerja Lokalnya

Kompas.com - 24/01/2009, 12:35 WIB

WASHINGTON, JUMAT — Senator Partai Republik Charles Grassley telah meminta Microsoft untuk mengurangi pekerja asing temporer dahulu terkait rencananya untuk mengurangi 5.000 pekerjanya di tengah kondisi penurunan ekonomi dunia.
   
"Saya prihatin bahwa Microsoft akan mempertahankan pekerja asing daripada pekerja dari AS yang setara kualifikasinya terkait rencana PHK," kata Senator Partai Republik Charles Grassley dalam suratnya ke Chief Executive Microsoft Steve Ballmer, Jumat (23/1).
   
"Untuk Anda ketahui, saya ingin jaminan perusahaan ini agar merekrut pekerja asal AS yang berkualifikasi dulu sebelum pekerja asing," katanya.
   
Microsoft mempekerjakan ribuan warga asing melalui program visa H-1B yang mengizinkan perusahaan AS dan perguruan tinggi mempekerjakan mereka secara temporer. "Tujuan program H-1B adalah untuk membantu perusahaan bisa mempekerjakan warga asing dengan basis sementara saat tidak ada tenaga kerja AS yang cukup berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Gressley.
   
Saat ini AS memberikan kuota umum sebanyak 65.000 visa H-1B setiap tahun, kebanyakan mereka berasal dari India, China, dan Filipina.
   
Senator AS itu telah meminta Ballmer untuk memberikan rincian atau detail pekerjaan yang dihilangkan.
   
Microsoft pada Kamis melaporkan laba bersihnya turun 11 persen di kuartal keempat tahun lalu dan akan mengurangi hingga 5.000 pekerjanya selama 18 bulan ke depan. Saat ini perusahaan raksasa perangkat lunak memiliki 91.000 pekerja.
    

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau