WASHINGTON, JUMAT — Senator Partai Republik Charles Grassley telah meminta Microsoft untuk mengurangi pekerja asing temporer dahulu terkait rencananya untuk mengurangi 5.000 pekerjanya di tengah kondisi penurunan ekonomi dunia.
"Saya prihatin bahwa Microsoft akan mempertahankan pekerja asing daripada pekerja dari AS yang setara kualifikasinya terkait rencana PHK," kata Senator Partai Republik Charles Grassley dalam suratnya ke Chief Executive Microsoft Steve Ballmer, Jumat (23/1).
"Untuk Anda ketahui, saya ingin jaminan perusahaan ini agar merekrut pekerja asal AS yang berkualifikasi dulu sebelum pekerja asing," katanya.
Microsoft mempekerjakan ribuan warga asing melalui program visa H-1B yang mengizinkan perusahaan AS dan perguruan tinggi mempekerjakan mereka secara temporer. "Tujuan program H-1B adalah untuk membantu perusahaan bisa mempekerjakan warga asing dengan basis sementara saat tidak ada tenaga kerja AS yang cukup berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Gressley.
Saat ini AS memberikan kuota umum sebanyak 65.000 visa H-1B setiap tahun, kebanyakan mereka berasal dari India, China, dan Filipina.
Senator AS itu telah meminta Ballmer untuk memberikan rincian atau detail pekerjaan yang dihilangkan.
Microsoft pada Kamis melaporkan laba bersihnya turun 11 persen di kuartal keempat tahun lalu dan akan mengurangi hingga 5.000 pekerjanya selama 18 bulan ke depan. Saat ini perusahaan raksasa perangkat lunak memiliki 91.000 pekerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang