Andalkan Derek Jip, Bus Sulit Dievakuasi

Kompas.com - 26/01/2009, 08:48 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com Pepih Nugraha

MALANGBONG, SENIN — Proses evakuasi Bus Kramat Jati yang terperosok ke jurang di Kampung Pangkalan KM 63, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabutapen Garut, masih tertunda karena keterbatasan fasilitas derek.

Penurut pantauan Kompas.com, posisi bus masih berada dalam jurang dengan keadaan terbalik dan rusak berat. Jok-joknya sebagian keluar, kaca-cara hancur, dan bodi bus penyok.  Diduga kuat, bus sempat terguling beberapa kali sebelum terbalik pada posisi terbalik ke atas.

Sejumlah petugas dan aparat dari Polsek Malangbong saat ini telah menyiapkan mobil derek dan berusaha mengangkat bus dari jurang. Namun, evakuasi sulit dilakukan karena bobot bus sangat berat, sementara derek yang disiapkan hanya mobil jenis jip. Alhasil, hingga berita ini diturunkan evakuasi masih tertunda.
Saat ini warga sekitar Kampung Pangkalan masih memadati lokasi kejadian sehingga sedikit mengganggu jalannya proses evakuasi. Di sekitar bus, barang-barang milik korban yang sempat tercecer sudah tidak terlihat lagi, namun hanya tampak sebuah jaket dan satu foto anak kecil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau