BANDAR LAMPUNG, SENIN - Seorang polisi tewas tertembak mati ketika berupaya menolong tetangga yang menjadi korban kawanan perampok. Kepolisian Resort atau Polres Tanggamus hingga kini masih memburu ke-16 perampok yang berksi Senin (26/1) dinihari. Selain menewaskan polisi, kawanan perampok lolos dan menggondol uang Rp 150 juta , dua senjata api, lima telepon genggam, dan 105 gram perhiasan tersebut.
Kepala Polres (Kapolres) Tanggamus Ajun Komisaris Besar Polisi Sudaryanto, Senin (26/1) di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Olahraga, Pringsewu Barat, Tanggamus, mengatakan, korban tewas bernama Aipda M Rizali Siregar (43). Korban selama ini menjabat sebagai Kepala Pos Polisi Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, Tanggamus.
Berdasarkan olah TKP yang dilakukan polisi, korban tewas ditembak perampok di halaman depan rumah Ahmad Syaefudin alias Udin Kribo (40). Ahmad merupakan pemilik toko perlengkapan olahraga dan suku cadang kendaraan di Pringsewu. Pada kejadian tersebut, Ahmad merupakan target perampokan.
Dari penyisiran polisi di TKP diperoleh sembilan selongsong peluru. Satu peluru aktif diketahui peluru untuk senjata laras panjang, tiga selongsong peluru tidak aktif merupakan peluru laras panjang, dan lima selongsong peluru tidak aktif merupakan peluru untuk senjata laras pendek.
"Kami belum tahu jenis senjata yang dipakai perampok, apakah senjata organik atau rakitan. Kami masih terus menyelidiki," ujar Sudaryanto.
Menurut penuturan Yunilawati (40), istri Siregar, pada Senin pukul 02.00, terdengar suara gaduh disertai beberapa kali letusan senjata api dari arah rumah Ahmad Syaefudin. Siregar yang mendengar langsung menuju rumah Ahmad untuk menolong. Namun, belum sempat ia mendekat ke rumah Ahmad, Siregar dihadang beberapa anggota perampok di depan rumah dan ditembak serta dibacok.
Lebih lanjut Sudaryanto mengatakan, berdasarkan olah TKP, Siregar tertembak di bagian punggung kiri dan kanan , luka tembak di paha kanan, serta luka robek akibat sabetan senjata tajam di punggung kanan. Siregar diperkirakan tewas akibat kehabisan darah dan mayatnya ditemukan dibuang di saluran air dekat rumah Ahmad. Selain itu, para perampok mengambil senjata api milik Siregar.
Secara terpisah, Ahmad yang selamat menuturkan, pada Senin dinihari, ia bersama istri dan kedua anaknya tertidur di depan televisi. Sekitar pukul 02.00 ia mendengar suara gedoran di pintu samping gudang suku cadang dan perlengkapan olah raga. Gudang tersebut terletak di samping rumahnya.
Ketika ia menengok ke halaman depan, ia melihat gerombolan orang yang ia pikir adalah para tetangga sekitar. Begitu Ahmad membuka pintu, beberapa orang langsung menodongkan senjata api ke arahnya.
"Sekitar tujuh orang masuk ke dalam rumah dan mengikat saya, istri, dan kedua anak saya. Mereka mengancam hendak membunuh kami apabila kami tidak menunjukkan tempat kami menyimpan uang tunai dan perhiasan," ujar Ahmad.
Ahmad yang ketakutan menunjukkan lokasi ia menyimpan uang dan perhiasan. Dari pemeriksaan polisi, selain uang tunai Rp 150 juta dan perhiasan 105 gram, kawanan perampok juga mengambil lima buah telepon genggam dan dua senjata api yang biasa dipakai untuk latihan menembak atlet Perbakin. Setelah itu kawanan perampok langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor yang diletakkan di dekat rumah Ahmad.
Dari penyisiran polisi diketahui, selain ketujuh perampok yang masuk ke dalam rumah, tiga orang berada di halaman depan dan enam orang berada di samping rumah. Total kawanan perampok berjumlah 16 orang.
Sementara itu, Ujang, tetangga Ahmad yang sempat melihat aksi perampok menembak Rizali mengat akan, sebelum kawanan perampok menembak Rizal dan kabur, sempat terjadi baku tembak selama 15 menit di depan rumah Ahmad.
Siregar yang tewas di TKP dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Agung, Tanggamus Senin pukul 11.00. Upacara pemakaman dipimpin langsung Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ferial Manaf dan mendapat anugerah pengangkatan gelar menjadi Anumerta Aiptu dari sebelumnya Aipda.
Polres Tanggamus sendiri masih menerjunkan tim untuk memburu ke-16 perampok tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang