AS Berencana Buka Kantor Diplomatik di Iran

Kompas.com - 27/01/2009, 07:35 WIB

NEW YORK, SELASA — Pemerintah Presiden AS Barack Obama akan terlibat dalam "diplomasi langsung" dengan Iran. Namun, Utusan AS yang baru untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Susan Rice, menekankan, diplomasi itu terbuka apabila Iran menangguhkan program pengayaan uranium seperti yang dituntut Dewan Keamanan PBB.

"Dialog dan diplomasi harus berjalan beriringan dengan pesan tegas dari masyarakat internasional dan AS bahwa Iran harus memenuhi kewajibannya seperti yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB. Dan penolakan Iran dalam melaksanakan ketetapan itu hanya akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran," kata Susan Rice.

Komentar Susan Rice itu disampaikannya tidak berapa lama setelah menemui Sekjen PBB Ban Ki-moon pada hari pertama tugasnya di markas PBB, New York. Komentar Susan Rice ini merefleksikan isyarat Obama untuk meningkatkan hubungan dengan musuh-musuh AS setelah berakhirnya pemerintahan 8 tahun George W Bush.

Iran yang selama ini menganggap AS sebagai musuh besarnya telah menyatakan siap menerima usulan perbaikan hubungan lewat pendekatan baru sehari setelah Obama dilantik sebagai presiden AS. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menyatakan, Teheran akan mempelajari usulan untuk mengizinkan dibukanya kantor diplomatik AS di Teheran. Apabila diizinkan, kantor diplomatik AS itu untuk pertama kalinya dibuka sejak revolusi Iran tahun 1979. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau