NEW YORK, SELASA — Pemerintah Presiden AS Barack Obama akan terlibat dalam "diplomasi langsung" dengan Iran. Namun, Utusan AS yang baru untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Susan Rice, menekankan, diplomasi itu terbuka apabila Iran menangguhkan program pengayaan uranium seperti yang dituntut Dewan Keamanan PBB.
"Dialog dan diplomasi harus berjalan beriringan dengan pesan tegas dari masyarakat internasional dan AS bahwa Iran harus memenuhi kewajibannya seperti yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB. Dan penolakan Iran dalam melaksanakan ketetapan itu hanya akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran," kata Susan Rice.
Komentar Susan Rice itu disampaikannya tidak berapa lama setelah menemui Sekjen PBB Ban Ki-moon pada hari pertama tugasnya di markas PBB, New York. Komentar Susan Rice ini merefleksikan isyarat Obama untuk meningkatkan hubungan dengan musuh-musuh AS setelah berakhirnya pemerintahan 8 tahun George W Bush.
Iran yang selama ini menganggap AS sebagai musuh besarnya telah menyatakan siap menerima usulan perbaikan hubungan lewat pendekatan baru sehari setelah Obama dilantik sebagai presiden AS. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menyatakan, Teheran akan mempelajari usulan untuk mengizinkan dibukanya kantor diplomatik AS di Teheran. Apabila diizinkan, kantor diplomatik AS itu untuk pertama kalinya dibuka sejak revolusi Iran tahun 1979.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang