8 Sebab Gaji Menguap

Kompas.com - 27/01/2009, 10:46 WIB

Baru seminggu lalu menerima gaji, eh Anda sudah mengeluh tak punya uang. Bingung ke mana larinya uang Anda? Coba telusuri di bawah ini.

Penikmat teknologi canggih

Pesatnya perkembangan teknologi membuat hidup kita makin mudah. Namun sayangnya kepraktisan inilah yang tanpa terasa membuat uang Anda menghilang. Pasalnya, Anda merasa perlu memiliki beragam gadgets serta layanan lainnya yang bisa memudahkan hidup Anda. Padahal, uang yang dikeluarkan untuk sebuah gadget bukan hanya untuk membeli produk tersebut, tapi juga untuk berbagai biaya lainnya, seperti biaya aktivasi, pemakaian, download, koneksi internet dan sebagainya.

Membayar minimum payment

Ada saat-saat tertentu Anda belanja banyak hingga tak bisa melunasi tagihan kartu kredit. Dan ketika kebutuhan sedang luar biasa banyak, maka Anda melakukan pembayaran minimum.Yah... enggak minimum-minimum amat, tapi hanya dilebihkan sedikit. Benar, uang gaji Anda selamat pada saat itu, tapi bunga yang harus Anda bayar di kemudian hari akan jauh lebih mengerikan dan membuat Anda miskin melata. Percayalah. Sebisanya, lunasi semua utang kartu kredit, begitu hari gajian tiba.

Terlambat membayar tagihan

Pernahkah sesekali Anda merasa malas membayar tagihan dan berniat menunda pembayaran? Hati-hati Iho, keinginan Anda yang satu ini bisa menjadi salah satu penyebab 'hilangnya' uang Anda. Bayangkan, berapa banyak denda yang harus Anda bayar bila tak membayar tagihan kartu kredit dari tanggal yang telah ditentukan? Denda penalti yang dikenakan oleh bank tentu cukup menguras dana Anda. Atau saat Anda lupa mengembalikan pinjaman film DVD ke rental. Meskipun hanya dikenakan denda sebesar Rp 5.000, tapi bila keterlambatan mencapai berhari-hari uang Anda akan hilang sia-sia kan? Jadi, mulai sekarang, catatlah semua tanggal pembayaran tagihan Anda.

Terjebak free trial 

Anda tentu pernah mendapat iming-iming free trial di suatu layanan-di mana Anda boleh mencoba dulu layanan tersebut sampai jangka waktu tertentu. Tapi hati-hati, jangan sampai terlena dengan free trial ini. Pasalnya,tak jarang saat free trial, Anda akan diminta meninggalkan nomor kartu kredit. Sehingga, saat jangka waktu free trial usai dan Anda dianggap tertarik, kemungkinan keanggotaan Anda akan segera di upgrade ke kelas berikutnya dengan menggunakan kartu kredit Anda. Bila ini terjadi, segeralah hentikan keanggotaan Anda. Karena, semakin lama Anda menunda, semakin banyak uang yang akan keluar dari kantong Anda. Ada baiknya,sebelum menggunakan layanan free trial tersebut, perhatikan tanggal berakhirnya terlebih dahulu.

Tergiur penawaran 'paket'

Sebuah produk ataupun jasa yang ditawarkan dalam bentuk paket memang menarik. Selain Anda bisa mendapat berbagai produk atau layanan dalam satu kali bayar, harganya pun seakan terlihat lebih murah. Tapi, sebelum membeli ada baiknya Anda meneliti kembali paket produk yang ditawarkan. Selain mengecek seberapa penting produk tersebut bagi Anda, jangan lupa juga untuk mengecek apa saja yang harus Anda bayar. Jangan sampai nantinya Anda direpotkan dengan pembayaran berbagai servis, pajak atau biaya tambahan lainnya. Kalau begini, bisa-bisa Anda justru harus membayar lebih mahal.

Shopping and shopping

Yang satu ini akan selalu menjadi kegiatan menyenangkan, tapi juga bisa menjadi sumber utama hilangnya uang Anda. Bayangkan berapa banyak Anda harus menghabiskan uang untuk shopping? Membeli beberapa potong pakaian bermerek, belanja sepatu berbagai warna, ataupun barang lainnya yang membuat Anda lapar mata. Belum lagi jika ada kata sale,wah bisa makin banyak Anda keluar uang untuk membeli barang, yang tak masuk dalam list 'have to buy' Anda.

Emotional buying

Saat baru terima gaji, kita seperti orang yang memiliki uang paling banyak. Berbagai rencana sudah tersusun rapi di kepada. Dari mulai mengunjungi mal, makan di resto mewah, pergi nonton film terbaru ke bioskop dan sebagainya.Ya, saat seperti inilah emotional buying paling rawan terjadi. Tak jarang, saat kita tersadar, uang yang tersisa tinggal sedikit. Padahal masih harus menunggu 3 minggu lagi untuk mendapat gaji berikutnya. Sehingga, mau tak mau kita harus mengencangkan ikat pinggang sekencang-kencanganya sampai waktu gajian lagi.

Demi hobi

Hobi setiap orang berbeda-beda. Ada yang tak perlu mengeluarkan banyak uang, namun tak sedikit yang memiliki hobi mahal, seperti mengoleksi lukisan, fotografi dan sebagainya. Nah, kecintaan kepada hobi inilah yang terkadang membuat Anda harus mengeluarkan uang lebih. Apalagi bila Anda hobi mengoleksi produk-produkyang bertema limited edition. Bisa-bisa gaji sebulan lenyap demi mendapatkan barang tersebut. (Chic/Bestari Kumala Dewi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau