Pertama Kalinya Jamkesmas Daerah Diterapkan di Sumsel

Kompas.com - 27/01/2009, 18:53 WIB

PALEMBANG, SELASA - Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) patut menjadi contoh bagi daerah lain karena yang pertama meluncurkan dan menerapkan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) daerah sehingga membantu pemerintah pusat meningkatkan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat.
    
"Program ini bisa dicontoh oleh pemerintah daerah (pemda) lainnya di Indonesia karena mampu menerapkan pengobatan gratis yang sinkron dengan program pemerintah pusat," katanya saat peluncuran program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, sampai kini tercatat sebanyak 16,4 juta jiwa rakyat Indonesia yang ter-"cover" dalam jamkesmas, dan  2,7 juta jiwa di antaranya berada di Sumsel.

Namun dengan diberlakukannya jamkesmas daerah,  pemerintah pusat tidak perlu menambah kepesertaan jamkesmas di wilayah ini.

Ia mengatakan, program jamkesmas daerah ini harus berjalan secara efektif, transparan dan akuntabel, sehingga program tersebut dapat berjalan baik sesuai dengan target memberikan pelayanan berobat gratis kepada.

Selain itu, kata menteri, pemerintah setempat juga diminta lebih aktif menggalang dana untuk membiaya program tersebut karena akan menyedot biaya yang tidak sedikit.

Penggalangan dana juga untuk mengantisipasi program tersebut agar berjalan sesuai target sehingga tidak tumpang tindih dengan program lain, sedangkan semua rakyat yang memerlukan pengobatan gratis dapat dilayani.

Menkes menambahkan, pemda kabupaten/kota di daerah ini juga diminta untuk mendukung program tersebut sepenuhnya sehingga semua masyarakat bisa menikmati jamkesmas daerah.

"Apalagi memberikan pelayanan pengobatan kepada masyarakat merupakan kewajiban pemerintah,"  tambahnya.

Menkes pada kesempatan itu menyempatkan diri meninjau 12 tenda pengobatan gratis di pelataran parkir bawah jembatan Ampera yang dilanjutkan dengan meninjau puskesmas terapung di sungai Musi.

Ribuan warga Palembang dan sekitarnya tumpah ruah di bawah jembatan kebanggaan "wong Plembang" itu sambil  menyaksikan peluncuran berobat gratis.
    
Warga juga langsung menikmati layanan pengobatan gratis di tenda-tenda yang disediakan penitia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau