Psikologi PSIS Perlu Dibenahi

Kompas.com - 27/01/2009, 21:08 WIB

SEMARANG, SELASA - Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah akan membenahi psikologi pemain, menyusul hasil kurang bagus yang dicapai tim saat menjamu Persita Tangerang pada laga perdana putaran kedua Liga Super.

"Mungkin anak-anak terbebani pada pertandingan itu karena harus menang, sehingga permainan mereka tidak bisa berkembang dengan baik," kata Bambang Nurdiansyah usai memimpin latihan Idrus Gunawan dan kawan-kawan di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (27/1) petang.

Menurut dia, dr Ferdinand akan berbicara dengan masing-masing pemain soal kesulitan mereka tampil di lapangan. Faktor psikologis sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan mental bertanding pemain.

Seperti diketahui, saat menjamu Persita Tangerang pada laga perdana putaran kedua Liga Super, PSIS gagal meraih angka penuh karena hanya main imbang 0-0. Soal teknis, kata mantan pelatih Arema Malang itu, juga akan diperbaiki karena saat melawan tim berjuluk Pendekar Cisadane itu, skema permainan anak-anak tidak berjalan dengan baik.

Ia mencontohkan, penampilan gelandang Abdel Aziz Dnibi dan striker Nnengue Bienvenu tidak sesuai dengan harapan dan berbeda saat keduanya tampil pada pertandingan uji coba beberapa waktu lalu.

"Saya lihat penampilan mereka pada pertandingan itu kurang maksimal. Saya justru melihat penampilan dua pemain asing baru, Antonio Telles dan Anderson Leke, cukup bagus, meskipun tetap harus diperbaiki," katanya.

Ia menambahkan, pada pertandingan itu anak-anak tidak memainkan bola-bola pendek, tetapi justru bermain dengan umpan-umpan panjang sehingga mudah dibaca pemain lawan. Padahal, saat melawan Persitara Jakarta Utara pada Copa Indonesia, mereka tampil dengan umpan-umpan pendek.

"Lawan Persita, saya tidak melihat mereka main dengan umpan-umpan bola pendek. Saya juga akan membenahi penyelesaian akhir karena kita gagal mencetak gol pada pertandingan itu," kata mantan pemain timnas di era 1980-an. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau