Nama Calon Dirut Pertamina Masuk Pekan Ini

Kompas.com - 27/01/2009, 22:29 WIB

JAKARTA, SELASA — Kementerian Negara BUMN meminta Dewan Komisaris Pertamina segera mengajukan nama-nama calon Direktur Utama PT Pertamina untuk segera dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). "Deadline (pengajuan) nama calon sesegera mungkin. Ya, pekan ini lah. Setelah itu baru kita lakukan fit and proper test," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut Sofyan, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham pemerintah Pertamina sudah secara resmi meminta kepada komisaris untuk mengajukan nama-nama calon.

Sofyan juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mendesak jajaran Komisaris Pertamina untuk sesegera mungkin memberikan nama pengganti Direktur Utama Pertamina Ari H Soemarno.

Ia melanjutkan, selama ini Kementerian BUMN belum secara resmi mengantongi nama-nama calon Direktur Utama Pertamina. "Berbeda dengan media massa dalam pemberitaannya akhir-akhir ini (banyak calon beredar). Kita belum itu, belum, (calon)," katanya.

Informasi berkembang, sejumlah nama disebut-sebut bakal menggantikan posisi Ari Soemarno, antara lain, dari luar Pertamina yaitu Kuntoro Mangkusubroto, mantan Mentamben dan Ketua Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD; Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Dirut PT Timah dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan calon kuat dari internal perusahaan yaitu Sony Sumarsono, mantan Direktur Umum dan SDM Pertamina; Maizar Rahman, mantan Gubernur OPEC; dan Ahmad Faisal, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina.

Namun, tiga nama yang belakangan santer masuk dalam bursa calon kuat Dirut Pertamina yaitu, Kuntoro Mangku Subroto, Erry Riyana, dan Waluyo saat ini menjabat Direktur Umum dan SDM Pertamina. Waluyo sebelumnya menjabat Direktur Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, Sofyan Djalil menampik kabar bahwa fit and proper test sudah dilakukan pada Minggu (25/1). Ia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum dan menjawab, "Fit and proper test  siapa? Di mana?"

Terkait figur yang memenuhi syarat sebagai Dirut Pertamina, Sofyan mengaku belum memiliki kriteria khusus bagi calon pengganti Ari Soemarno itu. "Kita lihat saja deh. Tentu yang mampu memimpin Pertamina dan membawa perusahaan itu ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau