Perekonomian Bisa Mundur Satu Dekade

Kompas.com - 28/01/2009, 05:48 WIB
 

MADRID, SELASA - Pembangunan ekonomi di negara berkembang bisa mundur satu dekade ke belakang. Krisis keuangan telah membuat modal mengalir keluar. Hal ini diperburuk dengan krisis pangan, yang makin memukul warga di negara berkembang.

”Jika negara-negara maju tidak mengulurkan tangan, pembangunan ekonomi di negara berkembang bisa merosot menjadi setara dengan keadaan satu dekade lampau,” kata Direktur Pelaksana Bank Dunia Ngozi Okonjo-Iweala dalam seminar di Madrid, Spanyol, Selasa (27/1).

Dengan demikian, program pemberantasan kemiskinan, penyakit, buta huruf, seperti dimaklumatkan lewat program PBB bernama Millennium Development Goals, serta-merta akan terhambat.

”Krisis keuangan dan pangan datang saat bersamaan. Dua hal ini bisa memerosotkan kemajuan yang sudah sempat dipacai,” kata Okonjo-Iweala.

Bertambah 40 juta

Krisis keuangan dan pangan membuat satu miliar warga dunia terancam malnutrisi pada tahun 2009, bertambah 40 juta jiwa dari tahun 2008.

Badan kemanusiaan global, Oxfam, yang bermarkas di Inggris, menuangkan laporan berjudul A Billion Hungry People.

Harga-harga pangan telah turun, tetapi belum kembali ke tingkat sebelumnya. Tampaknya penurunan harga tidak akan terjadi karena investasi di sektor pertanian tidak diindahkan.

Kini negara-negara seperti Afganistan, Etiopia, Kenya, Mozambik, dan Zimbabwe menjadi contoh nyata kesengsaraan warga akibat kelangkaan dan mahalnya harga pangan.

”Para pemimpin dunia memiliki peluang mencegah keadaan agar tidak lebih buruk dari sekarang,” demikian kata Carlos Galian, pakar kebijakan pertanian dari Oxfam.

”Kegagalan bertindak akan menyebabkan jutaan warga terjebak ke dalam kelaparan,” katanya dalam seminar soal krisis pangan yang dihadiri 95 negara di Madrid, yang berakhir hari Selasa kemarin. (AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau