Hidayat "Ogah" Jadi Cawapres

Kompas.com - 28/01/2009, 14:33 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, RABU — Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid tampaknya ogah menjadi nomor dua. Ditanya mengenai kabar bahwa dirinya menjadi salah satu kandidat pendamping Megawati, dengan percaya diri ia mengatakan bahwa tawaran itu masih terlalu dini.

Sebabnya, tawaran tersebut menurutnya mendahului hasil pemilu legislatif yang belum tentu mendudukkan PKS berada di bawah PDI-P. "Saya tidak langsung mengatakan bahwa PDI-P merendahkan PKS. Kalau sejak dari sekarang, hasil pemilu legislatif saja belum tahu, kemudian PKS hanya dicalonkan sebagai nomor dua, kok seolah-olah dari sekarang sudah divonis PKS suaranya bakal lebih rendah dari PDI-P," ujar Hidayat di Gedung DPR, Rabu (28/1).

Kondisi politik menjelang pemilu yang mulai memanas dipandang masih sangat cair, apalagi dengan putusan MK mengenai suara terbanyak, dipandang Hidayat masih sangat mungkin memberikan perubahan signifikan. "Terlalu dini kalau sudah dipatok hanya layak menjadi cawapres. Rakyat belum menentukan pilihan. Kami tidak pernah dibiasakan untuk menyatakan 'saya bersedia'. Semuanya tergantung pilihan partai," lanjutnya.

Jika perolehan suara mencapai 20 persen, ia memastikan PKS tidak akan 'digandeng' melainkan 'menggandeng'. "Kalau mencapai 20 persen, maka pemilih PKS pasti akan menuntut untuk menggandeng, bukan digandeng," kata Ketua MPR ini.

Hubungan yang dilakukan dengan PDI-P, dikatakan Hidayat, hanya sebatas hubungan kepartaian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau