SURABAYA, RABU — Tahun 2009 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya meluncurkan beberapa klaster wisata, seperti wisata belanja dan wisata peninggalan bersejarah (heritage).
Namun, satu kekhasan wisata yang belum dimiliki Kota Surabaya adalah buah tangan atau oleh-oleh.
Demikian diungkapkan Pelaksana Harian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Rabu (28/1) di sela Forum Reboan, di Surabaya.
Melalui program klaster wisata, wisatawan akan diantar ke pusat-pusat belanja ataupun peninggalan bersejarah. Wisatawan mancanegara dari Asia biasanya lebih suka berbelanja, sedangkan wisatawan dari Eropa lebih tertarik pada peninggalan bersejarah. "Namun, sayang sekali Surabaya belum memiliki buah tangan yang unik dan khas Kota Surabaya," tuturnya.
Menurut Wiwiek, realitas ini merupakan kesempatan atau peluang bagi para pengusaha serta perajin untuk menciptakan karya unik dan khas. Selain menarik, karya tersebut harus benar-benar dibutuhkan wisatawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang