Tahan Australia, Indonesia Pimpin Grup B

Kompas.com - 28/01/2009, 21:33 WIB

JAKARTA, RABU - Indonesia untuk sementara memimpin Grup B babak kualifikasi Piala Asia 2011. Pada pertandingan kedua di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (28/1), Charis Yulianto dkk berhasil menahan Australia 0-0.

Indonesia yang sudah tampil dua kali, mengantongi nilai 2, unggul 1 poin atas Australia dan Oman. Sebelumnya, di kandang Oman, Indonesia juga bermain seri tanpa gol.

Tampil di hadapan sekitar 50 pendukungnya, Indonesia tampil cukup apik. Mereka mampu mengimbangi setiap permainan Australia.

Bahkan, bisa dikatakan Indonesia justru lebih banyak menekan dan membahayakan Australia. Sayang, penyelesaian akhir para pemain Indonesia masih terlalu lemah.

Di menit ke-4, Firman Utina yang mendapat bola dari Isnan Ali, mendapat ruang tembak dari luar kotak penalti. Dia melepaskan tendangan keras, tapi masih bisa ditangkap kiper Australia.

Semenit kemudian, sundulan Musafri mengarah ke gawang, tapi terlalu lemah. Sementara Australia sesekali menyerang dengan bola-bola panjang dan menyilang, namun masih belum mampu membahayakan gawang Markus Horison.

Di menit ke-12, sebuah kombinasi Ponaryo dan Budi Sudarsono menghasilkan peluang cukup bagus. Sayang, tendangan Budi dari jarak jauh masih melambung.

Di menit ke-30, umpan silang Daniel Allsopp langsung diburu Archie Thompson. Dia memotongnya, namun bola terblok Maman Abdurahman dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Menit ke-34, TA Musafri kembali mendapat umpan dari Firman Utina dari sisi kiri pertahanan Australia. Sayang, tendangannya masih kurang tepat.

Di menit-menit akhir babak pertama, Indonesia kembali membuat beberapa peluang. Boaz Solossa sukses menembus pertahanan dan masuk ke kotak penalti. Namun, tendangannya masih bisa diblok defender Australia, sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Australia sempat mendapat tendangan bebas di menit terakhir babak pertama. Tapi, mereka gagal memanfaatkannya, karena Markus Horison berhasil menangkap bola.

Memasuki babak kedua, Australia mencoba menekan dengan cepat. Pada menit ke-46, serangan Australia cukup membahayakan. Tapi, tekanan mereka masih bisa diantisipasi barisan belakang Tim Garuda.

Setelah itu, giliran Indonesia menekan. Di menit ke-64, Budi Sudarsono menanduk umpan silang Mushafry. Peluang besar buat Indonesia. Sayang, tandukan Budi terlalu lemah, hingga bola mudah ditangkap kiper Australia, Eugen Galekovic.

Semenit kemudian, giliran Australia membahayakan gawang markus Horison. Tendangan keras Archie Thompson coba ditangkap Markus. Bola terlepas. Untung, dia segera berhasil menangkapnya, sebelum ditendang Matthew Simon ke gawang.

Di menit ke-77, Indonesia sempat dikagetkan oleh gol Matthew Simon dengan sundulan. Beruntung, wasit jeli dan menganulirnya, karena dia sebelumnya sudah berada di posisi offside.

Di menit-menit akhir pertandingan, kedua tim mencoba menekan. Namun, tak ada serangan yang berbahaya. Justru tekanan Indonesia di menit ke-90 plus 2 cukup membahayakan. Elie Aiboy mendapat umpan dari Bambang Pamungkas. Sayang, Aiboy tak langsung menendang bola ke gawang, tapi justru menggoceknya. Sehingga, peluang itu hilang percuma. (HPR/LHW)

Susunan Pemain
Indonesia:
1-Markus; 6-Charis, 25-Isnan, 28-Salampessy, 37-Maman; 7-Boas, 11-Ponaryo, 15-Firman, 18-Hariono; 13-Budi (Erol Iba 83), 9-Mushafry (Elie Aiboy 660)
Australia: 82-Eugen Galekovic; 51-Rodrigo Vargas, 66-Scott Jamieson, 72-Dean Heffernan, 3-Craig Moore; 41-Mattew McKay, 44-Paul Reid, 83-Tom Pondeljak (37 Billy Celeski 67), 86-Matt Thompson; 32-Archie Thompson, 33-Danny Allsopp (47-Matthew Simon 57)

Grup B

1. Indonesia 2 0 2 0 0-0 2
2. Oman 1 0 1 0 0-0 1
3. Australia 1 0 1 0 0-0 1         
4. Kuwait 0 0 0 0 0-0 0    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau