PARIS, RABU — Pemerintah Perancis memanggil Duta Besar Israel, Rabu (28/1). Mereka memprotes ulah tentara Yahudi itu yang mencegat para diplomat Eropa dan melepaskan tembakan peringatan di satu penyeberangan perbatasan di Gaza.
Konvoi diplomatik yang membawa serta Konsul Jenderal Perancis dihentikan oleh pasukan Israel di pintu penyeberangan perbatasan Erez, Selasa.
Mereka sempat ditahan selama enam jam ketika mereka berusaha untuk meninggalkan Jalur Gaza, dan kembali ke Jerusalem. "Iring-iringan itu, yang termasuk beberapa diplomat Eropa lainnya, menerima dua kali tembakan peringatan dari para serdadu Israel," kata juru bicara Perancis, Eric Chevallier.
Sementara itu dari Kota Gaza, kantor berita Perancis, AFP, juga melaporkan, Hamas mengakui telah menembaklan tiga mortir terhadap pasukan Israel yang sedang melakukan operasi di dalam wilayah Jalur Gaza, Rabu.
Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengatakan dalam pernyataannya bahwa pihaknya telah menembakkan tiga mortir terhadap pasukan Zionis itu. Mereka menuduh Israel melakukan serangan di Maghazi timur di tengah wilayah Palestina.
Para saksi mata membenarkan menyaksikan serangan mortir terhadap empat tank Israel yang sedang beroperasi di daerah itu. Namun, pihak militer Israel belum memberikan tanggapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang