UMB PTS Sepi Pendaftar

Kompas.com - 28/01/2009, 22:12 WIB

BANDUNG,RABU-Sepuluh hari menjelang batas akhir pendaftaran, Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Swasta masih sepi peminat. Kurang maksimalnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab masih minimnya animo pendaftar.

Di UMBPTS Panitia Lokal Institut Teknologi Nasional, hingga Rabu (28/1) baru tercatat sekitar 20 pendaftar.

Dari jumlah ini, menurut Ketua UMBPTS Panlok Itenas Syahril Sayuti, 90 persennya memilih progam studi di Itenas. Ia mengakui, waktu yang relatif singkat, mengingat program ini baru diputuskan awal Januari, menjadi faktor penyebab kurang maksimalnya sosialisasi.

Sementara, di UMBPTS Panlok Universitas Katolik Parahyangan, malah belum ada satu pun pendaftar mengambil formulir. Padahal, batas terakhir pendaftarannya pada 7 Februari. Sekitar 600 eksemplar pendaftaran disediakan di Unpar.

"Padahal, informasi sebanyak 7.000 eksemplar sudah dikirimkan pusat ke daerah-daerah sebagai sosialisasi," ujar Isnaryono dari Bagian Registrasi Biro Administrasi Akademik dan Kepegawaian Unpar.

Masih banyak pelajar SMA yang belum mengetahui program seleksi bersama ini. Dari sepuluh pelajar SMA di Bandung yang ditemui di Edu Fair 2009 SMAN 5 Kota Bandung, hanya dua diantaranya yang mengetahui informasi tentang UMBPTS ini. Aldi, siswa kelas 12 SMAN 5 Bandung, justru mengetahui informasi tersebut dari surat kabar.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau