BANDUNG,RABU-Sepuluh hari menjelang batas akhir pendaftaran, Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi Swasta masih sepi peminat. Kurang maksimalnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab masih minimnya animo pendaftar.
Di UMBPTS Panitia Lokal Institut Teknologi Nasional, hingga Rabu (28/1) baru tercatat sekitar 20 pendaftar.
Dari jumlah ini, menurut Ketua UMBPTS Panlok Itenas Syahril Sayuti, 90 persennya memilih progam studi di Itenas. Ia mengakui, waktu yang relatif singkat, mengingat program ini baru diputuskan awal Januari, menjadi faktor penyebab kurang maksimalnya sosialisasi.
Sementara, di UMBPTS Panlok Universitas Katolik Parahyangan, malah belum ada satu pun pendaftar mengambil formulir. Padahal, batas terakhir pendaftarannya pada 7 Februari. Sekitar 600 eksemplar pendaftaran disediakan di Unpar.
"Padahal, informasi sebanyak 7.000 eksemplar sudah dikirimkan pusat ke daerah-daerah sebagai sosialisasi," ujar Isnaryono dari Bagian Registrasi Biro Administrasi Akademik dan Kepegawaian Unpar.
Masih banyak pelajar SMA yang belum mengetahui program seleksi bersama ini. Dari sepuluh pelajar SMA di Bandung yang ditemui di Edu Fair 2009 SMAN 5 Kota Bandung, hanya dua diantaranya yang mengetahui informasi tentang UMBPTS ini. Aldi, siswa kelas 12 SMAN 5 Bandung, justru mengetahui informasi tersebut dari surat kabar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang