APEC Fokuskan Integrasi Regional

Kompas.com - 29/01/2009, 06:42 WIB
 
 
JAKARTA, RABU - Agenda Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC tahun 2009 masih difokuskan untuk mewujudkan integrasi ekonomi regional. APEC juga berupaya mencegah potensi munculnya kecenderungan proteksionisme.

Pertemuan puncak APEC 2009 akan digelar di Singapura dengan tema ”Sustaining Growth, Connecting the Region”. Pertemuan itu sekaligus memperingati 20 tahun berdirinya APEC.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negari Primo Alui Julianto, Rabu (28/1), mengatakan, ada beberapa fokus yang diagendakan dalam pertemuan APEC 2009. ”Pertemuan tahun ini akan ditekankan pada integrasi ekonomi regional,” katanya dalam seminar ”Hasil-hasil APEC 2008 dan Prioritas APEC 2009”, Rabu (28/1) di Jakarta.

Selama simposium APEC pada Oktober 2008 telah disebut-sebut kemungkinan fokus untuk pertemuan 2009, antara lain realisasi integrasi ekonomi regional, implementasi rencana aksi fasilitasi perdagangan, serta penguatan dan revitalisasi pasar finansial global.

Indonesia terbawah

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashok Mirpuri mengatakan, APEC tahun ini diselenggarakan di tengah-tengah krisis ekonomi global. ”Dalam situasi seperti sekarang, muncul kecenderungan proteksionisme di beberapa negara. APEC mengambil posisi jelas untuk menolak proteksionisme,” katanya. Untuk itu, lanjut Mirpuri, Putaran Doha harus segera dilanjutkan.

Bagi kalangan bisnis dan pengusaha, pertemuan APEC 2009 bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperbaiki kemudahan melakukan bisnis di negara ini. John Prasetio dari Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) mengatakan, Indonesia berada di urutan nomor dua terbawah di kalangan anggota APEC dalam hal kemudahan berbisnis.

”Kalangan pengusaha mendukung tema APEC 2009. Kami juga mengharapkan ada langkah nyata dan praktis untuk mewujudkan Bogor Goals,” kata John.

Bogor Goals ditandatangani tahun 1994 yang berisi kesepakatan negara-negara maju untuk memberi akses pasar kepada anggota APEC tahun 2010, sedangkan negara-negara berkembang memberi akses pasar paling lambat tahun 2020.

Dengan adanya kecenderungan proteksionisme, menurut John, secara de facto Indonesia akan fokus pada ASEAN+3, yaitu China, Jepang, Korsel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau