Pertemuan puncak APEC 2009 akan digelar di Singapura dengan tema ”Sustaining Growth, Connecting the Region”. Pertemuan itu sekaligus memperingati 20 tahun berdirinya APEC.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negari Primo Alui Julianto, Rabu (28/1), mengatakan, ada beberapa fokus yang diagendakan dalam pertemuan APEC 2009. ”Pertemuan tahun ini akan ditekankan pada integrasi ekonomi regional,” katanya dalam seminar ”Hasil-hasil APEC 2008 dan Prioritas APEC 2009”, Rabu (28/1) di Jakarta.
Selama simposium APEC pada Oktober 2008 telah disebut-sebut kemungkinan fokus untuk pertemuan 2009, antara lain realisasi integrasi ekonomi regional, implementasi rencana aksi fasilitasi perdagangan, serta penguatan dan revitalisasi pasar finansial global.
Indonesia terbawah
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashok Mirpuri mengatakan, APEC tahun ini diselenggarakan di tengah-tengah krisis ekonomi global. ”Dalam situasi seperti sekarang, muncul kecenderungan proteksionisme di beberapa negara. APEC mengambil posisi jelas untuk menolak proteksionisme,” katanya. Untuk itu, lanjut Mirpuri, Putaran Doha harus segera dilanjutkan.
Bagi kalangan bisnis dan pengusaha, pertemuan APEC 2009 bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperbaiki kemudahan melakukan bisnis di negara ini. John Prasetio dari Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) mengatakan, Indonesia berada di urutan nomor dua terbawah di kalangan anggota APEC dalam hal kemudahan berbisnis.
”Kalangan pengusaha mendukung tema APEC 2009. Kami juga mengharapkan ada langkah nyata dan praktis untuk mewujudkan Bogor Goals,” kata John.
Bogor Goals ditandatangani tahun 1994 yang berisi kesepakatan negara-negara maju untuk memberi akses pasar kepada anggota APEC tahun 2010, sedangkan negara-negara berkembang memberi akses pasar paling lambat tahun 2020.
Dengan adanya kecenderungan proteksionisme, menurut John, secara de facto Indonesia akan fokus pada ASEAN+3, yaitu China, Jepang, Korsel.