TURIN, KAMIS — Kekalahan Juventus 1-2 dari Udinese membuat klub itu kembali tertinggal 6 poin dari Inter Milan yang menang 2-0 atas Catania, Rabu atau Kamis (29/1) dini hari. Namun, Pelatih Juventus Claudio Ranieri menegaskan, timnya belum menyerah untuk mengejar gelar scudetto.
"Memang, akan sangat berat untuk menjuarai Liga Serie A. Namun, kami akan berusaha sekuat tenaga dan berharap para pemain yang cedera bisa segera kembali tampil," kata Ranieri.
Kekalahan Juve dari Udinese di luar dugaan banyak pihak. Pasalnya, Juventus sedang menemukan permainan terbaiknya. Selain itu, Udinese belum pernah mengalahkan "I Bianconeri" sejak 1995. Dalam 10 pertemuan, Juve menang 7 kali dan seri tiga kali.
Namun, Ranieri mengakui permainan Udinese memang bagus dan pantas memenangi pertandingan. "Saya sudah tahu akan sulit mengalahkan. Anda harus tampil sempurna untuk mengalahkan tim yang hebat seperti Juventus. Begitu mereka memimpin, kami semakin kesulitan," aku Ranieri.
Sementara itu, Pelatih Udinese Pasquale Marino mengatakan, timnya sudah sadar butuh kerja ekstra untuk menghadapi Juventus. Itu dilakukan timnya dan sukses memetik kemenangan.
"Anda harus bermain sangat sempurna untuk mengalahkan tim sebaik Juventus. Itulah yang kami lakukan. Para pemain ingin memenangi pertandingan. Mereka seperti lapar kemenangan dan itu membuat saya bahagia," kata Marino bangga. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang