Honda Mobil Turunkan Target Penjualan 2009: 36.000 Unit

Kompas.com - 29/01/2009, 15:07 WIB

JAKARTA, KAMIS — PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkirakan penjualannya tahun ini hanya sekitar 36.000 unit. Padahal, tahun lalu mencapai 52.500 unit. Prediksi ini masih di bawah penjualan 2007, yaitu 40.000 unit. Hal itu dikemukakan Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM di Jakarta hari ini pada acara Warta Citra Adiwahana 2009.

PT HPM memperkirakan penjualan mobil di Indonesia tahun ini sekitar 400.000 unit. “Itu pun dengan catatan, suku bunga bank 8-9 persen dan nilai tukar dollar terhadap rupiah tetap Rp 11.000. Kalau nilai tukar naik Rp 12.000, diperkirakan penjualan hanya 350.000 unit,” tambahnya.

Rekor baru
Penjualan retail Honda tahun lalu mencapai 52.251 unit dan merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualannya di Indonesia. Dari seluruh produk yang dipasarkan, Jazz memberikan kontribusi penjualan Honda terbesar mencapai 24.969 unit dan menjadikannya sebagai best seller untuk kategori hatchback dengan pangsa 43 persen. Malah pada Desember 2008, ketika pasar terus tergerus, Jazz masih bisa membukukan penjualan 1.051 unit.

Produk Honda lain yang mencapai penjualan terbanyak selama 2008 adalah CR-V. SUV ini berhasil membukukan penjualan 17.800 unit dan mempertahankan posisinya sebagai nomor satu untuk kategori SUV dengan pangsa 46 persen.

Sementara itu, All-New City yang diluncurkan sebulan menjelang akhir tahun, 229 unit. Adapun City generasi ketiga terjual 4.330 unit. Produk Honda lainnya, Accord, membukukan penjualan 2.170 unit selama 2008 dan Civic 2.987 unit.

Berkenaan dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu dan daya beli yang terus menurun, Honda juga menunda peluncuran Odyssey yang semula diperkirakan sekitar Maret tahun ini.

“Kami belum bisa memastikan kapan diluncurkan. Situasi ekonomi belum jelas,” jelas Jonfis yang didampingi Presdir PT HPM Yukihiro Aoshima.

Meski penjualan diprediksi turun cukup tajam, tetapi HPM terus memperkuat jaringannya di Indonesia, terutama layanan penjualan dan purna jual. Bila tahun lalu hanya punya 84 dealer, tahun ini menjadi 94 dealer. Untuk ini, Honda akan berinvestasi Rp 127,15 miliar.

Gejala memburuknya penjualan tahun ini makin nyata. Menurut Jonfis, penjualan selama Januari 2009 baru mencapai 2.000 unit. “Target kami semula 3.000 unit,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau