Produktivitas Sapi Perah di Jabar Masih Rendah

Kompas.com - 29/01/2009, 21:52 WIB

BANDUNG, KAMIS — Produktivitas rata-rata sapi perah di Jawa Barat lebih kurang 15 liter per hari masih rendah. Sapi berkualitas bisa menghasilkan sekitar 20 liter susu per hari. Peternak sapi juga mengeluhkan harga susu yang belum pantas.

Abdul Rachman (50), peternak sapi di Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/1), mengatakan, sapinya menghasilkan sekitar 12,5 liter per hari. Harga susu paling tinggi Rp 3.500 per liter sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Sebab, harga pakan semakin mahal. Harga dedak misalnya sebesar Rp 62.500 per karung isi 50 kilogram (kg), rumput sebesar Rp 6.000 per ikat, dan ampas tahu atau singkong Rp 23.000 per karung isi 50 kg. Berdasarkan itu, harga susu yang pantas lebih dari Rp 4.000 per liter.

Asep (37), peternak sapi di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, memiliki lima sapi, masing-masing menghasilkan sekitar 15 liter susu per hari. Harga berbagai jenis pakan sapi belakangan ini cenderung naik. Rumput, misalnya, melonjak dari Rp 100 per kg tahun lalu menjadi Rp 200 saat ini. Ongkos produksi naik terus, tetapi harga susu tetap paling tinggi yaitu Rp 3.450 per liter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau