Digerebek Saat Bugil dan Hanya Kenakan Pakaian Dalam

Kompas.com - 30/01/2009, 02:30 WIB

TANGERANG, JUMAT — Sebanyak 16 pasangan selingkuh diamankan petugas Satpol PP dan Tramtib Kota Tangerang, Rabu (28/1) pukul 23.00. Di antara pasangan selingkuh itu terdapat warga negara (WN) Taiwan berinisial Ahn (50).

Pasangan-pasangan selingkuh tersebut diamankan dari sejumlah hotel di Kota Tangerang, yaitu Hotel MDK, AGG, dan TNG. Saat digerebek, sebagian besar pasangan itu sedang dalam posisi tidur dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Ada juga pasangan selingkuh yang dipergoki tidak mengenakan pakaian sehelai pun karena usai bercinta. "Ketika digeledah petugas, mereka tak bisa menunjukan bukti surat nikah," kata Kepala Bidang Penertiban Satpol PP dan Tramtib Kota Tangerang Mulyanto.

Menurutnya, penertiban pasangan selingkuh tersebut terkait pelaksanaan Perda 7 dan 8 tentang Pelacuran dan Minuman Keras. Sebelumnya, petugas sudah memiliki informasi tentang keberadaan pasangan selingkuh di sejumlah hotel di Kota Tangerang.

"Sepanjang penggerebekan terhadap pasangan selingkuh kami beberapa kali dipersulit pihak hotel dan penyewa kamar. Namun, itu tak membuat kami putus asa. Perda harus ditegakkan," ungkap Mulyanto.

Namanya juga pasangan selingkuh, sebagian besar sudah berstatus menikah baik yang laki-laki maupun perempuan. "Mereka awalnya selalu ngotot bahwa mereka merupakan pasangan suami-istri atau sedang berpacaran.

"Karena tak bisa menunjukkan bukti, mereka tetap kami bawa ke kantor," kata Mulyanto lagi. Seusai diperiksa, ke-16 pasangan selingkuh tersebut diminta mengisi berkas yang berisi pengakuan telah melakukan tindakan asusila dan menjurus ke pelacuran.

Sementara KTP dan identitas lain ditahan petugas. Menurut Mulyanto, tindakan itu merupakan sanksi moral.

Jika mereka ingin mengambil KTP dan identitas lain yang ditahan maka pasangan selingkuh itu harus mendapatkan tanda tangan dari RT, RW, dan lurah sesuai tempat tinggal.

Jika dipergoki melakukan hal yang sama maka akan dikenai sanksi tindak pidana ringan. Selain menggerebek pasangan selingkuh, dalam operasi itu juga disita 633 botol minuman keras berbagai merek.

Dari 16 pasangan selingkuh, tiga wanita di antaranya adalah penjaja seks komersial, satu waria, dan satu WN Taiwan. (cel)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau