Polda Bantah Langgar Hak Jupriadi Asmaradhana

Kompas.com - 30/01/2009, 18:52 WIB

MAKASSAR, JUMAT- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Hery Subiansauri membantah penilaian bahwa proses pemidanaan Jupriadi mengabaikan hak konstitusional Jupriadi untuk berkekspresi dan mengemukakan pendapat.

Hery juga membantah bahwa Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Sisno Adiwinoto ingin memidanakan wartawan.

"Ketika Jupriadi melakukan unjukrasa, tidak apa-apa, karena itu adalah kebebasan berekspresi. Akan tetapi Jupriadi membuat surat kepada Dewan Pers dengan tembusan Kompolnas, membuat surat ke DPR, Presiden. Surat itulah yang dilihat Kapolda sebagai hal yang mendiskreditkan Kapolda," katanya, Jumat (30/1).

"an surat itu bukanlah tulisan jurnalistik. Akan tetapi Jupriadi selalu menyatakan suratnya sebagai tulisan jurnalistik. Kapolda sudah menyanggah (isi aduan itu) kepada Kapolri dan Dewan Pers," kata Hery ketika dihubungi di Makassar, Jumat.

Hery menyatakan Jupriadi tidak pernah menghadiri forum yang dinyatakannya sebagai tempat Kapolda mengancam pemidanaan wartawan. Ia hanya membaca koran, padahal berita koran itu sudah diklarifikasi oleh Kapolda. Akan tetapi Jupriadi tidak pernah mengikuti perkembangan pemberitaan. Tidak ada sedikitpun niat Kapolda untuk mengkriminalisasi pers. Kapolda sangat memahami UU Pers. Kapolda tidak pernah menganjurkan Bupati untuk melaporkan wartawan kepada polisi," kata Hery.

Hery menyatakan, pascasurat aduan Jupriadi, telah dilakukan sejumlah upaya mediasi. Sudah pernah diupayakan mediasi di Makassar Golden Hotel, akan tetapi Jupriadi keluar (meninggalkan) pertemuan tersebut. KPID kemudian menawarkan mediasi, tetapi Jupriadi tidak bersedia dimediasi. "Akhirnya Kapolda melapor ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat sebagai Sisno Adiwinoto, sebagai warga negara. Bukan sebagai Kapolda," kata Hery.

Terkait dengan penilai buruknya kinerja Sisno sebagai Kapolda Sulselbar, Hery menyatakan penilai itu tidak berdasarkan. "Apa parameternya, apa data kualitatif dan data kuantitatif yang digunakan untuk menilai demikian. Siapa responden penelitiannya? Tidak jelas," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau