MAKASSAR, JUMAT- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Hery Subiansauri membantah penilaian bahwa proses pemidanaan Jupriadi mengabaikan hak konstitusional Jupriadi untuk berkekspresi dan mengemukakan pendapat.
Hery juga membantah bahwa Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Sisno Adiwinoto ingin memidanakan wartawan.
"Ketika Jupriadi melakukan unjukrasa, tidak apa-apa, karena itu adalah kebebasan berekspresi. Akan tetapi Jupriadi membuat surat kepada Dewan Pers dengan tembusan Kompolnas, membuat surat ke DPR, Presiden. Surat itulah yang dilihat Kapolda sebagai hal yang mendiskreditkan Kapolda," katanya, Jumat (30/1).
"an surat itu bukanlah tulisan jurnalistik. Akan tetapi Jupriadi selalu menyatakan suratnya sebagai tulisan jurnalistik. Kapolda sudah menyanggah (isi aduan itu) kepada Kapolri dan Dewan Pers," kata Hery ketika dihubungi di Makassar, Jumat.
Hery menyatakan Jupriadi tidak pernah menghadiri forum yang dinyatakannya sebagai tempat Kapolda mengancam pemidanaan wartawan. Ia hanya membaca koran, padahal berita koran itu sudah diklarifikasi oleh Kapolda. Akan tetapi Jupriadi tidak pernah mengikuti perkembangan pemberitaan. Tidak ada sedikitpun niat Kapolda untuk mengkriminalisasi pers. Kapolda sangat memahami UU Pers. Kapolda tidak pernah menganjurkan Bupati untuk melaporkan wartawan kepada polisi," kata Hery.
Hery menyatakan, pascasurat aduan Jupriadi, telah dilakukan sejumlah upaya mediasi. Sudah pernah diupayakan mediasi di Makassar Golden Hotel, akan tetapi Jupriadi keluar (meninggalkan) pertemuan tersebut. KPID kemudian menawarkan mediasi, tetapi Jupriadi tidak bersedia dimediasi. "Akhirnya Kapolda melapor ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat sebagai Sisno Adiwinoto, sebagai warga negara. Bukan sebagai Kapolda," kata Hery.
Terkait dengan penilai buruknya kinerja Sisno sebagai Kapolda Sulselbar, Hery menyatakan penilai itu tidak berdasarkan. "Apa parameternya, apa data kualitatif dan data kuantitatif yang digunakan untuk menilai demikian. Siapa responden penelitiannya? Tidak jelas," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang