YOGYAKARTA, JUMAT — Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Akbar Tanjung menyatakan, Partai Golkar harus berani mengusung calon presiden sendiri. Persiapan untuk itu harus dilakukan mulai dari sekarang. Ini harus dilakukan jika Golkar tetap ingin menjadi pemenang pemilu.
"Supaya masyarakat tahu, siapa yang akan jadi calon presiden dari Partai Golkar. Kalau belum bisa ditetapkan satu orang, setidak-tidaknya ditetapkan beberapa orang, lima atau tiga sebagaimana kami melakukannya pada tahun 2004 melalui konvensi dengan menetapkan lima orang. Dengan demikian, rakyat tahu kira-kira calon presiden dari Golkar adalah satu dari lima orang itu," ungkap Akbar Tanjung seusai Musyawarah Nasional I Barisan Indonesia di Yogyakarta, Jumat (30/1).
Menurut Akbar, sebagai parpol besar pemenang pemilu tahun 2004 dan telah memiliki pengalaman politik panjang sejak tahun 1971, Partai Golkar harusnya lebih percaya diri mempersiapkan capres sendiri, apalagi Partai Golkar memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalkan serta infrastruktur partai yang menjangkau hingga lapisan masyarakat bawah. "Sebaiknya sekarang Partai Golkar mulai mempersiapkan siapa yang akan menjadi capres Golkar. Bahwa keputusan finalnya setelah pemilu legislatif, itu bisa saja, tetapi prosesnya bisa mulai sejak sekarang," katanya.
Akbar menyesalkan, saat ini Golkar cenderung hanya menjadi penonton saat parpol-parpol besar yang lain sudah sibuk menyiapkan capresnya, seperti PDI-P yang bahkan sudah intensif mempersiapkan cawapres atau Partai Demokrat yang sudah memiliki capres. "Jangan sampai orang menilai parpol besar ini kok tidak punya kepercayaan diri dalam mempersiapkan capres," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang