Akbar Tanjung: Golkar Harus Punya Capres

Kompas.com - 30/01/2009, 20:47 WIB

YOGYAKARTA, JUMAT — Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Akbar Tanjung menyatakan, Partai Golkar harus berani mengusung calon presiden sendiri. Persiapan untuk itu harus dilakukan mulai dari sekarang. Ini harus dilakukan jika Golkar tetap ingin menjadi pemenang pemilu.

"Supaya masyarakat tahu, siapa yang akan jadi calon presiden dari Partai Golkar. Kalau belum bisa ditetapkan satu orang, setidak-tidaknya ditetapkan beberapa orang, lima atau tiga sebagaimana kami melakukannya pada tahun 2004 melalui konvensi dengan menetapkan lima orang. Dengan demikian, rakyat tahu kira-kira calon presiden dari Golkar adalah satu dari lima orang itu," ungkap Akbar Tanjung seusai Musyawarah Nasional I Barisan Indonesia di Yogyakarta, Jumat (30/1).

Menurut Akbar, sebagai parpol besar pemenang pemilu tahun 2004 dan telah memiliki pengalaman politik panjang sejak tahun 1971, Partai Golkar harusnya lebih percaya diri mempersiapkan capres sendiri, apalagi Partai Golkar memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalkan serta infrastruktur partai yang menjangkau hingga lapisan masyarakat bawah. "Sebaiknya sekarang Partai Golkar mulai mempersiapkan siapa yang akan menjadi capres Golkar. Bahwa keputusan finalnya setelah pemilu legislatif, itu bisa saja, tetapi prosesnya bisa mulai sejak sekarang," katanya.

Akbar menyesalkan, saat ini Golkar cenderung hanya menjadi penonton saat parpol-parpol besar yang lain sudah sibuk menyiapkan capresnya, seperti PDI-P yang bahkan sudah intensif mempersiapkan cawapres atau Partai Demokrat yang sudah memiliki capres. "Jangan sampai orang menilai parpol besar ini kok tidak punya kepercayaan diri dalam mempersiapkan capres," ungkapnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau