Pembangunan Pabrik Semen Gresik di Pati Dihentikan Sementara

Kompas.com - 30/01/2009, 21:31 WIB

JAKARTA, JUMAT — Proses pembangunan pabrik PT Semen Gresik di Pati, Jawa Tengah, terpaksa dihentikan hingga hasil uji ulang Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) selesai dilakukan. Hal itu dikatakan Desmiwati dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kepada Kompas.com di kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Jumat (30/1).

"Kami telah meminta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk meninjau ulang pemberian izin pendirian pabrik semen, terutama amdalnya," kata Desmi.

Setelah pertemuan dengan KLH, ditambahkannya, KLH sudah melayangkan surat ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng untuk peninjauan kembali Amdal. "Surat itu juga menegaskan bila masalah Amdal belum selesai, maka tidak boleh aktivitas apa pun terkait dengan rencana pembangunan PT Semen Gresik di kawasan itu," kata Desmi.

Seperti diketahui, tiga kecamatan di Kabupaten Pati, yakni Sukolilo, Tambak, dan Kayen, akan didirikan pabrik PT Semen Gresik yang rencananya seluas 2.000 hektar. Rencana penambangan semen di lokasi tersebut tentunya menjadi masalah karena daerah itu adalah kawasan karst yang menjadi sumber mata air bagi 250.000 petani dan buruh tani.

Kawasan karst adalah kawasan yang dilindungi sesuai dengan PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Penambangan di kawasan karst juga melanggar Keputusan Menteri ESDM Nomor 1456 Tahun 2000 tentang Pedoman Pengeloaan Kawasan Karst.

Menurut Desmi, memang belum ada penetapan secara resmi daerah Sukolilo dan sekitarnya termasuk kawasan karst kelas 1 yang wajib dilindungi. Namun, beberapa penelitian dari akademisi UGM, UPN, dan Asosiasi Penyelamatan Gua (ASC) telah menggolongkan lokasi itu sebagai kawasan karst kelas 1, sementara tim peneliti dari Undip mengategorikannya sebagai kawasan karst kelas 2 dan 3 yang masih diperbolehkan dilakukan eksplorasi.

"Maka uji ulang Amdal diperlukan untuk mengetahui lokasi itu layak atau tidak dieksplorasi karena kawasan itu terdapat ratusan mata air dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan itu. Dampak sosial budaya dan ekonomi juga harus diperhatikan," tegas Desmi.

Sementara itu, penolakan pembangunan pabrik semen itu datang dari seluruh warga Sukolilo sejak 2006. Namun, puncaknya pada 2008 setelah keluarnya SK Gubernur Jateng terkait pengesahan Amdal yang telah mendapat tembusan KLH. Padahal KLH belum menerima tembusan tersebut dan mengambil sikap uji ulang amdal tersebut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau