Hamas Desak Blokade Israel Segera Dicabut

Kompas.com - 31/01/2009, 06:40 WIB
 

Mustafa Abdul Rahman

KAIRO, JUMAT — Deputi Kepala Biro Politik Kelompok Pejuang Hamas, Musa Abu Marzuk, Jumat (30/1), menegaskan, Hamas hanya meminta ada gencatan senjata dengan imbalan pencabutan blokade dan pembukaan semua pintu perbatasan, khususnya Gerbang Rafah di Jalur Gaza-Mesir.

”Tidak mungkin ada gencatan senjata total di Gaza tanpa pencabutan blokade. Hamas tak akan mengulang gencatan senjata Israel dan Hamas dengan perantara Mesir yang berlaku sejak 19 Juni hingga 13 Desember 2008. Gencatan senjata yang lalu tidak disertai pencabutan blokade dan hanya berakhir dengan agresi Israel ke Jalur Gaza,” kata Marzuk kepada stasiun televisi Al-Jazeera.

Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell, setelah bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis lalu di Ramallah, mengusulkan perlu adanya suatu mekanisme membuka pintu perbatasan untuk memasok semua jenis komoditas legal ke Gaza dengan mengikutsertakan Otoritas Palestina yang dapat mencegah penyelundupan senjata ke Gaza.

Mitchell menyerukan agar ada gencatan senjata yang permanen di Gaza. ”Presiden Barack Obama menegaskan, AS tetap komitmen mewujudkan masa depan lebih baik bagi rakyat Palestina yang ingin mempunyai negara sendiri yang berdaulat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintahan baru AS tetap komit kepada solusi dua negara Israel dan Palestina serta terciptanya suasana perdamaian dan stabilitas. Sementara dari Kairo dilaporkan, dua warga Palestina tewas di rumah sakit Bank Nasional karena cedera berat akibat serangan Israel selama 22 hari. Satu dari dua warga itu adalah Said Abu Sultan berusia 4 tahun.

Terima kesepakatan 2005

Hamas pada prinsipnya telah bersedia menerima kesepakatan tahun 2005 tentang operasi Gerbang Rafah antara Gaza dan Mesir. Hamas hanya minta dapat ikut serta dalam mengoperasikan Gerbang Rafah itu dan petugas Otoritas Palestina yang bertugas di Gerbang Rafah harus berdomisili di Gaza. Marzuk juga menambahkan, Hamas keberatan jika Israel juga diberikan peran dalam mengontrol pintu Rafah. (Reuters/afp/luk)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau