Mustafa Abdul Rahman
KAIRO, JUMAT — Deputi Kepala Biro Politik Kelompok Pejuang Hamas, Musa Abu Marzuk, Jumat (30/1), menegaskan, Hamas hanya meminta ada gencatan senjata dengan imbalan pencabutan blokade dan pembukaan semua pintu perbatasan, khususnya Gerbang Rafah di Jalur Gaza-Mesir.
”Tidak mungkin ada gencatan senjata total di Gaza tanpa pencabutan blokade. Hamas tak akan mengulang gencatan senjata Israel dan Hamas dengan perantara Mesir yang berlaku sejak 19 Juni hingga 13 Desember 2008. Gencatan senjata yang lalu tidak disertai pencabutan blokade dan hanya berakhir dengan agresi Israel ke Jalur Gaza,” kata Marzuk kepada stasiun televisi Al-Jazeera.
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell, setelah bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis lalu di Ramallah, mengusulkan perlu adanya suatu mekanisme membuka pintu perbatasan untuk memasok semua jenis komoditas legal ke Gaza dengan mengikutsertakan Otoritas Palestina yang dapat mencegah penyelundupan senjata ke Gaza.
Mitchell menyerukan agar ada gencatan senjata yang permanen di Gaza. ”Presiden Barack Obama menegaskan, AS tetap komitmen mewujudkan masa depan lebih baik bagi rakyat Palestina yang ingin mempunyai negara sendiri yang berdaulat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintahan baru AS tetap komit kepada solusi dua negara Israel dan Palestina serta terciptanya suasana perdamaian dan stabilitas. Sementara dari Kairo dilaporkan, dua warga Palestina tewas di rumah sakit Bank Nasional karena cedera berat akibat serangan Israel selama 22 hari. Satu dari dua warga itu adalah Said Abu Sultan berusia 4 tahun.
Terima kesepakatan 2005
Hamas pada prinsipnya telah bersedia menerima kesepakatan tahun 2005 tentang operasi Gerbang Rafah antara Gaza dan Mesir. Hamas hanya minta dapat ikut serta dalam mengoperasikan Gerbang Rafah itu dan petugas Otoritas Palestina yang bertugas di Gerbang Rafah harus berdomisili di Gaza. Marzuk juga menambahkan, Hamas keberatan jika Israel juga diberikan peran dalam mengontrol pintu Rafah. (Reuters/afp/luk)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang