Irak Memulai Pemilu Bersejarah

Kompas.com - 31/01/2009, 13:54 WIB

BAGHDAD, SABTU — Pemilihan umum tingkat provinsi di Irak telah dimulai pada Sabtu (31/1) di tengah pengamanan ketat. Ini merupakan pemilu pertama sejak 2005.

Sekitar 15 juta pemilik hak pilih diundang untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan di 14 dari 18 provinsi di ribuan tempat pemungutan suara (TPS) mulai pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) hingga 17.00 waktu setempat (21.00 WIB).

"Saya harap hasil pemilu ini akan dapat mewujudkan dewan provinsi baru yang bekerja untuk kepentingan rakyat," kata Hashem Karim, seorang pemilih yang sedang menunggu di salah satu TPS di Nasiriyah, sebelah selatan Baghdad.

Pemilu pada Sabtu itu dipandang sebagai ujian pemulihan kestabilan Irak, saat Presiden AS Barack Obama sedang mempertimbangkan penempatan pasukan tambahan AS di Afganistan.

Sebanyak 800.000 personel kepolisian dan militer dikerahkan ke seantero negara itu, sebagai bagian dari upaya mencegah serangan oleh Al Qaeda dan kelompok gerilyawan lain.

Pihak berwenang telah menutup pintu perbatasan, menutup bandara, dan memberlakukan larangan keluar pada malam hari sebagai bagian dari pengetatan keamanan bagi pelaksanaan pemilu.

Lebih dari 14.400 calon memperebutkan 440 kursi di dewan-dewan provinsi. Arab Sunni, yang memboikot pemilu pada 2005, diperkirakan akan meraih banyak kursi.

Pemilu itu juga dipandang sebagai suatu referendum basa-basi bagi kepemimpinan Perdana Menteri Nuri Al-Maliki.

Perdana Menteri dari tokoh Syiah itu dalam beberapa bulan belakangan ini dianggap sebagai pemimpin yang lebih kuat, dengan mempromosikan suatu agenda nasional sekuler sebagai reaksi atas pertikaian sektarian menyusul serbuan pimpinan AS pada 2003.

Kendati Al-Maliki tidak mengikuti pemilu itu, ia telah mengajukan sejumlah pendukungnya dalam daftar calon. Pemilu itu tidak mencakup tiga provinsi otonomi Kurdi di kawasan utara Irak, yaitu Arbil, Dohuk, dan Sulaimaniyah.

Pemilu telah ditangguhkan di provinsi kaya akan minyak, Kirkuk, tempat warga Kurdi ingin bergabung kendati ditentang keras oleh pemerintah pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau