NAIROBI, MINGGU — Jumlah korban tewas dari kebakaran tumpahan minyak di Kenya meningkat menjadi sedikitnya 111 orang.
Insiden ini menjadi salah satu bencana terburuk di Afrika Timur belakangan ini.
"Kami telah menghitung 91 jenazah di tempat tersebut, dan masih ada 20 lainnya lagi yang ada di kamar mayat," kata polisi Provinsi Rift Valley, Komisaris Hassan Noor Hassan, kepada Reuters, Minggu (1/2).
Satu truk terguling di dekat kota Molo, Sabtu, menumpahkan minyak yang kemudian membakar ratusan orang yang sedang memunguti tumpahan minyak itu.
"Orang-orang pergi untuk menyekop minyak, kemudian sesuatu menyulut api, mungkin seseorang menjatuhkan rokok," kata juru bicara Palang Merah Kenya, Titus Mung’ou, dari tempat terjadinya bencana itu di kota Molo.
Bencana di Molo itu menyusul kematian sedikitnya 25 orang di Nairobi ketika sebuah supermarket terbakar awal pekan ini. Media setempat telah mencerca pemerintah karena standar keselamatan yang buruk dan kesiapsiagaan terhadap bencana yang tidak memadai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang