Serangan Roket Hamas Pancing Amarah Israel

Kompas.com - 02/02/2009, 02:16 WIB

YERUSALEM, SENIN - Perdana Menteri Israel Ehud Olmert  mengancam melakukan pembalasan "tidak sepadan" atas penembakan mortir dan roket yang terus berlangsung ke wilayah negara Yahudi tersebut dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.   Tak lama setelah Olmert menyampaikan hal itu, tiga warga Israel cedera akibat serangan mortir.

Ketiga korban itu terdiri dari dua prajurit dan warga sipil pertama Israel yang cedera sejak gencatan senjata 18 Januari mengakhiri operasi militer Israel terhadap wilayah kantung pesisir itu.   Dua roket menghantam Israel selatan sebelumnya Minggu (1/2), namun tidak ada kerusakan atau korban.

Sebuah sayap Brigade Syuhada Al-Aqsa, kelompok yang menjadi bagian dari Fatah kubu Presiden Palestina Mahmud Abbas, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sementara belum ada pihak yang mengaku melakukan penembakan mortir yang melukai ketiga orang Israel itu.

"Sikap pemerintah sejak awal adalah jika terjadi penembakan terhadap penduduk di wilayah (Israel) selatan, maka akan ada pembalasan keras yang tidak akan sepadan," kata Olmert pada pertemuan mingguan kabinet. "Kami akan bertindak sesuai dengan aturan-aturan baru yang akan memastikan bahwa kami tidak akan terseret ke dalam perang penembakan tanpa henti di perbatasan selatan, yang akan membuat penduduk wilayah selatan tidak bisa menjalani kehidupan normal," kata PM Israel itu tanpa penjelasan lebih lanjut.

Seorang juru bicara pemerintah Hamas di Jalur Gaza mengecam apa yang disebutnya "pernyataan agresif" Olmert.  Namun, juru bicara itu, Taher al-Nono, juga mendesak semua kelompok Palestina "menghormati konsensus nasional" mengenai gencatan senjata yang diumumkan Hamas dua pekan lalu setelah Israel menyatakan menghentikan ofesif terhadap Gaza.

Israel dikecam masyrakat internasional atas korban tewas dari serangan militernya di Gaza.   Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur operasi militer selama 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu Rabu (21/1).

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak. Sementara 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel melancarkan  operasi militer terhadap Hamas pada 27 Desember.
    
Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket itu.  Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan rumah hancur terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan jumlah kerugian prasarana mencapai 476 juta dolar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau