DENPASAR, SENIN — Pemerintah Provinsi Bali tahun 2009 ini mengalokasikan dana sebesar Rp 3 miliar untuk membangun 300 unit rumah layak huni bagi masyarakat miskin.
"Masing-masing rumah dialokasikan dana sebesar Rp 10 juta untuk diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Senin (2/2).
Ia mengatakan, upaya perbaikan rumah tersebut bekerja sama dengan aparat desa setempat sehingga kemudahan yang diberikan pemerintah dapat mencapai sasaran, yakni kepada mereka yang betul-betul membutuhkan rumah. "Survei lapangan terhadap warga yang berhak menerimanya dilakukan oleh satu tim yang disusul dengan pelaksanaan program perbaikan rumah bagi keluarga miskin yang berhak menerimanya," ujar Pastika.
Program perbaikan rumah tersebut disertai upaya menyukseskan pembangunan di bidang pendidikan dengan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, termasuk memberikan beasiswa dalam berbagai jenjang pendidikan kepada putra-putri keluarga miskin.
Perhatian lain yang diberikan pemerintah daerah kepada penduduk miskin adalah pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Tahun ini, tim kesehatan terpadu melakukan kunjungan lapangan sebanyak 6.000 kali dengan sasaran 500 desa dari 706 desa yang ada di Bali.
Dalam tahun 2009, Pemprov Bali juga akan meningkatkan empat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menjadi puskesmas rawat inap yang dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai, tenaga dokter, dan paramedis. "Keempat puskesmas yang ditingkatkan statusnya adalah Puskesmas Kubu (Karangasem), Kintami (Bangli), Grokgak (Buleleng), dan Nusa Penida (Klungkung)," ujar Gubernur Pastika.