JAKARTA, SENIN — Rupiah pada Senin (2/2) pagi merosot tajam mendekati angka Rp 12.000 per dollar AS karena pelaku pasar terus memburu dollar AS. Posisi beli mata uang RI ini ada pada Rp 11.725 per dollar AS dan jual pada Rp 11.825 per dollar AS.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin, mengatakan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap rupiah merupakan faktor utama bagi mata uang Indonesia itu terus terpuruk.
"Apalagi, paket stimulus, yang direncanakan pemerintah sebesar Rp 71,2 triliun yang Senin ini akan dibahas di DPR dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi nasional, masih dipertanyakan akan mendapat persetujuan DPR," katanya.
Ia mengatakan, paket stimulus itu untuk meningkatkan pertumbuhan sektor riil agar daya beli masyarakat meningkat. "Selain itu, pemerintah juga mencari pinjaman baru dari luar negeri dan menerbitkan obligasi, baik lokal mapun eksternal, untuk membangun proyek-proyek baru sehingga dapat menekan tingkat pengangguran," ucapnya.
Namun, kata Edwin Sinaga, polemik negatif dari akan dikeluarkannya paket stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mengakibatkan rupiah makin tertekan.
Pelaku pasar lebih cenderung memegang dollar AS ketimbang rupiah, apalagi pasokan dollar AS ke pasar domestik cenderung berkurang karena sebagian pelaku asing sudah menarik dananya yang akan diinvestasikan di negaranya sendiri. "Kami optimistis masih akan mengalami koreksi harga karena tekanan negatif pasar masih tetap tinggi," tuturnya.
Meski demikian, menurut dia, rupiah kemungkinan akan mendapat dukungan dari Bank Indonesia dengan masuk ke pasar melepas cadangan dollarnya agar tekanan tersebut bisa berkurang. "Kami memperkirakan, BI akan melakukan intervensi pasar melihat tekanan pasar cukup besar. BI juga khawatir rupiah makin terpuruk dan mendekati angka Rp 12.000 per dollar apabila otoritas moneter tidak masuk pasar," kata Edwin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang