Rupiah Makin Terpuruk

Kompas.com - 02/02/2009, 10:36 WIB

JAKARTA, SENIN — Rupiah pada Senin (2/2) pagi merosot tajam mendekati angka Rp 12.000 per dollar AS karena pelaku pasar terus memburu dollar AS. Posisi beli mata uang RI ini ada pada Rp 11.725 per dollar AS dan jual pada Rp 11.825 per dollar AS.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin, mengatakan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap rupiah merupakan faktor utama bagi mata uang Indonesia itu terus terpuruk.

"Apalagi, paket stimulus, yang direncanakan pemerintah sebesar Rp 71,2 triliun yang Senin ini akan dibahas di DPR dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi nasional, masih dipertanyakan akan mendapat persetujuan DPR," katanya.

Ia mengatakan, paket stimulus itu untuk meningkatkan pertumbuhan sektor riil agar daya beli masyarakat meningkat. "Selain itu, pemerintah juga mencari pinjaman baru dari luar negeri dan menerbitkan obligasi, baik lokal mapun eksternal, untuk membangun proyek-proyek baru sehingga dapat menekan tingkat pengangguran," ucapnya.

Namun, kata Edwin Sinaga, polemik negatif dari akan dikeluarkannya paket stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mengakibatkan rupiah makin tertekan.

Pelaku pasar lebih cenderung memegang dollar AS ketimbang rupiah, apalagi pasokan dollar AS ke pasar domestik cenderung berkurang karena sebagian pelaku asing sudah menarik dananya yang akan diinvestasikan di negaranya sendiri. "Kami optimistis masih akan mengalami koreksi harga karena tekanan negatif pasar masih tetap tinggi," tuturnya.

Meski demikian, menurut dia, rupiah kemungkinan akan mendapat dukungan dari Bank Indonesia  dengan masuk ke pasar melepas cadangan dollarnya agar tekanan tersebut bisa berkurang. "Kami memperkirakan, BI akan melakukan intervensi pasar melihat tekanan pasar cukup besar. BI juga khawatir rupiah makin terpuruk dan mendekati angka Rp 12.000 per dollar apabila otoritas moneter tidak masuk pasar," kata Edwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau