Capres Purnawirawan TNI Harus Lihat Kepentingan Nasional

Kompas.com - 02/02/2009, 12:34 WIB

JAKARTA, SENIN - Menghadapi pemilu 2009, TNI AD siap mengamankan proses pemilu dan pemilukada bersama polisi dan Pemda. Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dalam acara Silaturahim KSAD bersama Purnawirawan TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Senin (2/2).

Silaturahim ini diikuti 262 peserta yakni pejabat teras TNI AD 62 orang dan purnawirawan TNI AD 200 orang. "Kami ingin menginformasikan perkembangan terkini di tubuh TNI dan prediksi kerawanan menjelang pemil 2009 dan netralitas TNI," ujarnya.

Ditegaskan Agustadi, dalam persiapan pemilu nanti, tiap komandan akan memberikan bimbingan menghadapi pemilu.

Sedangkan menurut Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letnan Jenderal Purnawirawan Soerjadi, caleg atau capres dari kalangan purnawirawan seharusnya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan partai.

Intinya, dikatakan Soerjadi, purnawirawan akan tetap berpegang pada tema kita. "Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, purnawirawan dan anggota TNI AD menjunjung tinggi demokrasi dan keutuhan NKRI, ini berujung pada netralitas TNI," ujarnya. (mys)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau